PravadaNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengakselerasi berbagai perbaikan infrastruktur sebagai bentuk dukungan terhadap rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang dijadwalkan pada 17 September 2026.
Sejumlah perbaikan dilakukan untuk memastikan akses menuju bandara lebih aman, nyaman, dan siap melayani penumpang. Perbaikan dilakukan secara kolaboratif oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Angkasa Pura.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, dukungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk membantu Angkasa Pura mempersiapkan kembali operasional Bandara Husein Sastranegara.
“Pemkot Bandung melalui Pak Wali Kota memberikan dukungan bantuan kepada Angkasa Pura dalam membantu persiapan nanti pembukaan atau aktivasi kembali Bandara Husein Sastranegara. Berdasarkan hasil rapat dengan Angkasa Pura, ada beberapa hal yang memang perlu dukungan dari pemerintah kota,” ujar Rizki, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Miris! Infrastruktur Jalan Aspal di Mamberamo Tengah 15,82%
Rizki menjelaskan, sejumlah pekerjaan yang menjadi fokus pemerintah kota meliputi perbaikan kondisi jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon, pemarkahan jalan, serta penataan penerangan jalan di kawasan menuju bandara.
“Di antaranya yaitu perbaikan kondisi jalan, kemudian perbaikan drainase, pemangkasan pohon, dan juga pemarkahan jalan serta penerangan jalan,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, kolaborasi lintas dinas menjadi kunci agar seluruh pekerjaan dapat berjalan efektif dan selesai sesuai target. DSDABM bertanggung jawab menangani perbaikan jalan dan drainase, sementara pemangkasan pohon dilakukan oleh DPKP. Sedangkan pemarkahan jalan dan pengaturan lalu lintas dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan.
“Hari ini sudah mulai kita lakukan proses itu,” kata Rizki.
Khusus DSDABM, pekerjaan difokuskan pada perbaikan minor jalan melalui pengaspalan serta normalisasi saluran drainase yang selama ini mengalami sedimentasi. Pekerjaan tersebut berada di jalur utama menuju Bandara Husein Sastranegara.
“Kalau tugas kami di DSDABM memang terkait perbaikan minor jalan, pengaspalan jalan, sama perbaikan drainase. Kegiatan ini sudah mulai, mungkin dalam beberapa hari juga selesai,” jelas Rizki.
Rizki menerangkan, lokasi pekerjaan membentang mulai dari pintu masuk Gapura Pajajaran hingga area drop off dan mendekati kawasan parkir Bandara Husein Sastranegara. Jalur tersebut diprioritaskan karena menjadi akses utama yang akan dilalui pengguna jasa bandara.
Selain memperbaiki permukaan jalan, DSDABM juga menormalisasi drainase agar saluran kembali berfungsi optimal. Menurut Rizki, endapan sedimen yang menumpuk selama ini perlu dibersihkan untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan.
“Drainasenya kita normalisasi karena sudah banyak sedimentasi. Kita normalisasikan supaya nanti berfungsi dengan baik kembali,” imbuh Rizki.
Rizki menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Angkasa Pura, penanganan tahap awal difokuskan pada akses utama dari Jalan Pajajaran menuju area bandara. Adapun pekerjaan di akses lain akan disesuaikan dengan kebutuhan pada tahap berikutnya.
Untuk progres pekerjaan, Rizki optimis pengaspalan jalan dapat diselesaikan pada hari yang sama. Setelah itu, pemerintah kota akan melanjutkan pengecatan dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pelaksanaan pemarkahan jalan, sehingga seluruh akses menuju Bandara Husein Sastranegara siap mendukung kelancaran operasional saat reaktivasi pada 17 September 2026 mendatang.















