Pemandangan udara Selat Hormuz di lepas pantai selatan Iran. (Foto: Dok. Kantor Berita IRNA)

Beranda / Mancanegara / Pelayaran di Selat Hormuz Terganggu Akibat Militer AS

Pelayaran di Selat Hormuz Terganggu Akibat Militer AS

PravadaNews – Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) menyatakan, pelayaran kapal melalui Selat Hormuz saat ini tidak dapat dilakukan.

PGSA menyebutkan, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terganggu karena aktivitas militer ilegal AS di kawasan tersebut.

Otoritas yang diberi mandat untuk memberikan izin dan mengatur lalu lintas maritim di jalur air yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman ini menyampaikan pengumuman tersebut melalui pesan di jejaring sosial X pada Minggu (12/7/2026).

“Dengan ini kami informasikan kepada seluruh pemohon yang terhormat: Akibat pergerakan ilegal pasukan militer Amerika Serikat di kawasan ini baru-baru ini, pelayaran melalui Selat Hormuz saat ini tidak dapat dilakukan,” demikian bunyi unggahan tersebut melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Iran dan Oman Lanjutkan Pembicaraan Terkait Selat Hormuz

Sembari menegaskan bahwa situs web PGSA.ir merupakan satu-satunya saluran untuk memperoleh izin lintas, pesan tersebut juga menyatakan bahwa setelah stabilitas dan ketenangan pulih di selat tersebut, semua permohonan akan ditinjau sesuai jadwal untuk menerbitkan izin yang diperlukan bagi kapal-kapal.

PGSA mengoperasikan sistem izin (clearance) daring yang wajib bagi semua kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz; sebuah mekanisme yang secara bertahap telah meningkatkan jumlah kapal yang bernavigasi dengan aman melalui rute-rute yang ditetapkan oleh otoritas tersebut.

Kendati demikian, militer AS terus mengganggu pelayaran di selat dan perairan sekitarnya, melanggar nota kesepahaman Islamabad serta mengabaikan seruan yang menyatakan bahwa kekuatan asing tidak memiliki peran di jalur air strategis tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *