Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) dan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kanan).

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman (kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) dan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya (kanan). (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Produk UMKM Tidak Diterima Pasar karena Derasnya Barang Impor

Produk UMKM Tidak Diterima Pasar karena Derasnya Barang Impor

PravadaNews – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan, Kementerian UMKM memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dari sisi pembiayaan dan produksi barang.

Namun, terkandang barang hasil produksi dari pelaku UMKM tidak bias dijual dan hal ini menyebabkan kredit macet.

Oleh karena itu, Kementerian UMKM mendorong peningkatan UMKM dan mengamankan pasar agar pengusaha mikro dan kecil bisa menjual barangnya.

Maman mengungkapkan, kerap terjadi barang produksi seperti makanan, minuman, dan gelas tidak diterima oleh pasar. “Karena derasnya barang-barang impor,” kata Maman kepada wartawan di Mbloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Tren Alokasi Kredit untuk UMKM Naik

Alokasi kredit perbankan kepada sektor UMKM selama 10 tahun terakhir trennya naik.

“Jadi, tahun 2025, jumlah alokasi kredit yang dialokasikan oleh perbankan kita ke sektor UMKM itu kurang lebih sekitar Rp1.600 triliun,” kata kepada wartawan di Mbloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Maman mengatakan, alokasi kredit sebesar Rp1.600 triliun itu, sebanyak Rp300 triliun merupakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Jadi, yang KUR-nya Rp300 triliun, Rp1.300 triliun non-KUR ini untuk ke sektor UMKM,” jelas Maman.

Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun

Selain itu, total Kredit Usaha Rakyat (KUR) hampir menyentuh angka Rp100 triliun per 3 Mei 2026.

“Per hari ini, sampai tanggal 3 Mei, total nilai penyaluran KUR yang sudah kita salurkan itu kurang lebih sekitar Rp96 triliun,” kata Maman kepada wartawan di Mbloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

“Dengan jumlah debitur sekitar 1,5 juta dan penyaluran ke sektor produksi itu sebanyak kurang lebih 63%,” tambah Maman.

Maman menegaskan, Kementerian UMKM mendukung upaya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dengan penyaluran KUR.

“Saya menyampaikan, dari total Rp96 triliun tersebut, yang menyentuh ke sektor kemiskinan ekstrem yang desil 1 sampai desil 4 itu ada kurang lebih menyentuh ke sektor mikro,” jelas Maman.

Optimalkan KUR dan Kredit

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan, Kementerian UMKM mengoptimalkan KUR dan kredit agar bisa bermanfaat bagi perekonomian masyarakat.

“Menteri UMKM terus bekerja keras untuk mengoptimalkan, sehingga KUR dan berbagai kredit itu benar-benar bermanfaat langsung kepada para pelaku usaha mikro dan kecil,” ujar Menko Cak Imin.

Menko Cak Imin mengatakan, pemberian kredit juga harus diawasi dan pemerintah harus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

“Menyiapkan kondisi pasar yang bagus agar tidak terjebak pada kedit macet, termasuk masih banyaknya akses yang belum diraih pada pengusaha kecil, menengahnya sangat besar sekali. Sehingga, kita akan bekerja keras untuk itu,” pungkas Menko Cak Imin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *