Beranda / Mancanegara / Israel Gempur Gaza Tengah Selatan dan Timur

Israel Gempur Gaza Tengah Selatan dan Timur

PravadaNews – Rentetan serangan di Gaza tengah, selatan, dan timur memperbesar kekhawatiran atas keselamatan warga di tengah berlanjutnya operasi militer Israel.

Serangan helikopter terhadap sebuah rumah di Gaza bagian tengah, tepatnya di Deir al-Balah menewaskan empat anggota keluarga. Korban teridentifikasi meliputi Omar Sami Ahmed Abu Qassem, istrinya Asmaa Ghazi Abu Qassem, dan putri mereka Habiba.

Lebih lanjut, artileri Israel menembaki kawasan timur laut Kamp al-Bureij serta sejumlah wilayah di sekitarnya. Serangan juga berlangsung melalui pesawat nirawak dan tank di Khan Younis, Bani Suheila, serta Shuja’iyya.

Aktivis anti-pemukiman Palestina Osama Makhameh melaporkan serangan pemukim bersenjata terhadap sebuah keluarga Palestina di Yatta, selatan Hebron, Tepi Barat.

“Para pemukim bersenjata di bawah perlindungan tentara Israel menyerang rumah keluarga Shanaran di Wadi al-Rakheem selatan Yatta,” ujar Osama, Rabu (15/7).

Selanjutnya, serangan tersebut melukai Huthaifa Muhammad Shanaran, Muhammad Musa Shanaran, dan Mahmoud Omar Shanaran. Ketiganya mengalami patah tulang, luka sayat, serta memar sebelum dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Yatta.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Katz menyampaikan perubahan kebijakan operasi Israel ketika meninjau Gaza Utara. Kebijakan tersebut bergeser dari penyerbuan sementara menuju penempatan pasukan berkelanjutan di dalam Gaza.

Berikutnya, strategi baru itu menempatkan pasukan Israel tetap berada di wilayah operasi sambil melanjutkan penghancuran rumah. Pola tersebut menggantikan pendekatan sebelumnya ketika pasukan memasuki Gaza lalu meninggalkan wilayah sasaran.

“Alih-alih masuk lalu keluar tentara kini berada di dalam para teroris berada di luar dan rumah-rumah dihancurkan,” kata Katz melansir Channel 14 Israel, dikutip (15/72026).

Selain itu, Israel merencanakan pembangunan tiga pos Nahal di sejumlah lokasi yang pernah digunakan sebelum penarikan pada 2005. Pos Nahal merupakan permukiman berafiliasi militer yang sebelumnya digunakan sebagai tahap awal pembentukan komunitas sipil.

Seperti diketahui, klaim pembangunan pos tersebut ditujukan untuk memperkuat kendali Israel dan melindungi komunitas sekitar Gaza. Rencana itu muncul ketika serangan masih berlangsung di Deir al-Balah, al-Bureij, Khan Younis, Bani Suheila, dan Shuja’iyya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *