PravadaNews – Jangan langsung menyalahkan orang tua saat anak stunting. Sebab, penyebab stunting bukan sekadar karena salah asuh, tetapi bisa juga karena penyebab yang lain.
Mulai dari kekurangan gizi sejak di dalam kandungan hingga infeksi berulang yang memicu tidak optimalnya penyerapan zat gizi.
“Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi anak yang berada di bawah standar (lebih pendek) jika dibandingkan anak-anak seusianya,” tulis Alodokter, dikutip Senin (3/8/2026).
Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, ada sekitar 24% atau 5,33 juta balita Indonesia yang mengalami stunting.
Tips Mencegah Stunting yang Bisa Dilakukan
Seperti yang telah dikatakan di awal, dampak buruk stunting bisa tetap dialami anak ketika ia sudah dewasa. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui beberapa cara mencegah penyakit ini, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan dalam porsi yang cukup dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui
- Memberikan nutrisi yang baik kepada Si Kecil, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya, seiring pertambahan usianya
- Rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir
- Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah
Untuk menghindari stunting memang dibutuhkan kesabaran dan usaha yang menyeluruh dari semua pihak. Ingat, tanggung jawab ini bukan hanya milik para ibu saja, melainkan milik seluruh anggota keluarga.















