PravadaNews – Ketua MPR Ahmad Muzani menempatkan penguatan koperasi sebagai salah satu bagian penting dalam agenda pembangunan nasional yang disorot dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Di tengah upaya memperkuat ekonomi dari tingkat akar rumput, Muzani menegaskan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan perekonomian nasional sebagai usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan.
“Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan,” kata Muzani, Jumat (14/8).
Menurut Muzani, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada mekanisme persaingan bebas yang berpotensi membuat kelompok yang kuat semakin perkasa. Sementara kelompok yang lemah semakin tersisih.
Karena itu, koperasi dinilai menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, Muzani menilai pelaku usaha mikro dapat berkembang.
Selain itu, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek sehingga nilai tambah ekonomi bisa lebih banyak dinikmati masyarakat.
“Koperasi bukan sekadar usaha koperasi, tetapi semangat untuk maju bersama,” ujarnya.
Muzani menekankan, keberhasilan koperasi tidak cukup hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri.
Ukuran utamanya adalah tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, membaiknya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat.
Selain koperasi, Muzani juga menyinggung sejumlah agenda pembangunan lainnya. Di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan layanan kesehatan, penguatan sektor industri dan pertanian, serta perluasan perlindungan sosial.
Berbagai sektor tersebut, kata Muzani, perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kemiskinan.
Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan.
Pidato Presiden Prabowo menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sidang tahunan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan capaian pembangunan nasional sekaligus arah kebijakan pemerintah ke depan.















