PravadaNews – Tiga hari menjalani pemusatan latihan di Thailand mulai membuat para pemain Persija Jakarta merasakan langsung kerasnya persiapan menuju musim baru.
Di bawah arahan Shin Tae-yong, skuad Macan Kemayoran tak hanya dituntut meningkatkan kondisi fisik, tetapi juga harus cepat memahami pola permainan dan taktik yang disiapkan tim pelatih.
Gelandang Persija, Stjepan Loncar mengakui sesi latihan hari ketiga menjadi salah satu agenda yang cukup menguras tenaga.
Para pemain harus menjalani dua sesi latihan dalam sehari, dengan program yang berbeda untuk mengasah kekuatan fisik sekaligus kemampuan bermain secara kolektif.
Pada sesi pagi, para pemain menjalani latihan di gym untuk meningkatkan kekuatan dan kebugaran. Setelah itu, intensitas kembali meningkat pada sore hari melalui latihan sprint dan possession.
Bagi Loncar, rangkaian latihan tersebut terasa berat, tetapi menjadi bagian penting dari proses membangun kesiapan Persija menghadapi kompetisi.
“Ya, saya sangat berat program latihan yang diberikan, namun saya menikmatinya. Hanya sekarang saya sangat lelah,” ujarnya dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (14/8/2026).
Loncar menilai, persiapan mereka sangat bagus dan berjalan baik sejak awal. Loncar menikmati lapangan selama pemusatan latihan di Thailand.
Sementara itu, bagi Shin Tae-yong fisik menjadi dasar penting dalam sepak bola karena membantu pemain menjaga konsentrasi dan fokus. Fisik kuat mendukung pemain.
“Kami sudah mengukur kondisi fisik pemain, termasuk kekuatan, massa otot, dan kadar lemak tubuh. Karena itu, latihan disesuaikan,” ucapnya.
Minggu depan, Persija akan menjalani dua pertandingan uji coba. Para pemain harus mempersiapkan diri dan memberikan penampilan terbaik.















