PravadaNews – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf bertemu dengan Ketua Dewan Kehakiman Tertinggi Irak, Faiq Zaidan, di Baghdad sebagai bagian dari kunjungannya ke negara tersebut.
Ghalibaf bertemu dengan Zaidan pada hari Kamis untuk membahas upaya memperluas kerja sama di bidang peradilan dan hukum antara kedua negara tetangga, serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan dan nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Ghalibaf memulai kunjungannya pada Rabu dan mengadakan pertemuan terpisah dengan ketua parlemen, perdana menteri, dan Presiden Irak.
Melansir dari Kantor Berita IRNA, Jumat (21/8/2026), dalam pertemuan dengan para pemimpin Irak, Ghalibaf menyoroti peluang unik dalam hubungan bilateral dan menyatakan bahwa Iran serta Irak memainkan peran regional yang penting di antara negara-negara Islam dan Arab.
Ghalibaf menyalahkan Amerika Serikat atas konflik dan ketidakstabilan yang terjadi baru-baru ini di kawasan tersebut, termasuk gangguan terhadap jalur energi di Teluk Persia.
Ghalibaf mengatakan bahwa peristiwa konflik 40 hari baru-baru ini menunjukkan bahwa AS tidak memberikan keamanan bagi negara-negara kawasan, melainkan justru merusak stabilitas mereka.
Seraya menegaskan bahwa negara-negara Islam dan kawasan Teluk Persia dapat mencapai stabilitas melalui persatuan dan tanpa campur tangan asing, ia menyoroti peran penting Iran dan Irak dalam hal ini.















