PravadaNews – Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, terus bergerak menuju wajah baru sebagai salah satu simpul transportasi dan hunian terintegrasi di tengah padatnya aktivitas Ibu Kota.
Di kawasan yang menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pengembangan hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan tempat tinggal dengan akses transportasi publik.
Tahap awal pengembangan mencakup Blok F dan Blok G dengan total luas lahan sekitar 2,19 hektare. Dari kawasan tersebut, KAI menyiapkan sebanyak 1.232 unit hunian yang diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi dan mendukung mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan KAI pada Kamis (20/8/2026), Blok F memiliki luas lahan fisik sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencakup sekitar 6.925 meter persegi.
Rencana pembangunan area hunian tersebut mencakup penyediaan unit pilihan tipe 28, 36, dan 45. Pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan tersebut dijadwalkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memberikan keterangan mengenai integrasi kawasan hunian. Pihak pengelola menyiapkan fungsi retail khusus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan serta aktivitas harian masyarakat.
“Kedekatan antara hunian dan transportasi publik dapat membuat perjalanan masyarakat lebih efisien. Di Manggarai, konektivitas menjadi bagian penting agar kawasan hunian dapat terhubung dengan stasiun dan berbagai aktivitas sehari-hari,” ujar Bobby.
KAI sedang melakukan koordinasi dalam penyusunan Master Plan kawasan terintegrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyusunan dokumen Panduan Rancang Kota (PRK) juga dipersiapkan demi melengkapi seluruh tahapan proses pengembangan.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, tata cara penataan kawasan secara lebih terperinci. Kawasan Transit-Oriented Development tersebut dirancang menjadi pusat moda transportasi terpadu bagi kemudahan seluruh pengguna.
“Pengembangan Blok F dan G menjadi bagian dari penataan Manggarai secara bertahap. KAI akan menjaga agar pengembangan kawasan tetap selaras dengan transportasi, konektivitas, dan kebutuhan masyarakat,” kata Anne.















