Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Puadi. (Foto: Purnomo/PravadaNews)

Beranda / Politik / Kampus Dinilai Penting Bangun Demokrasi

Kampus Dinilai Penting Bangun Demokrasi

PravadaNews – Kampus tidak hanya menjadi ruang untuk menimba ilmu, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk cara generasi muda memahami dan menjaga kehidupan demokrasi.

Perguruan tinggi dinilai dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat melalui tradisi akademik, riset, serta keterlibatan mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Puadi dalam kegiatan Bawaslu Campus Connect di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Menurut Puadi, hubungan antara Bawaslu dan perguruan tinggi tidak semata-mata berbentuk kerja sama kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun demokrasi yang bertumpu pada pengetahuan, kajian akademik, serta partisipasi kritis generasi muda.

“Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, partisipasi warga negara, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi,” kata Puadi dikutip Jumat (28/8/2026).

Puadi menuturkan, kampus harus menjadi tempat di mana gagasan diuji, dan masa depan bangsa dipersiapkan. Kampus tidak hanya menjadi tempat sosialisasi informasi, tetapi juga menjadi pusat penelitian bagi mahasiswa dan pengujian kebijakan bagi akademisi.

“Bawaslu ingin kampus tidak hanya menjadi tempat Bawaslu menyampaikan informasi, bawaslu ingin kampus menjadi laboratorium demokrasi. Tempat mahasiswa melakukan penelitian, tempat akademisi menguji kebijakan, tempat teknologi dikembangkan,” ujar Puadi.

Di lain sisi Bawaslu diungkapkan Puadi, tengah melakukan transformasi kelembagaan.

Menurut Puadi, teknologi harus mampu mengubah Bawaslu, khususnya dalam transformasi pengawasan konvensional, menuju pengawasan yang lebih proaktif dan terintegrasi.

“Dengan teknologi, pengawasan harus bergerak dari sekadar menunggu pelanggaran terjadi menuju kemampuan membaca potensi risiko sebelum pelanggaran terjadi. Dari pengawasan yang berbasis peristiwa menuju pengawasan yang semakin berbasis data dan risiko,” imbuh Puadi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *