PravadaNews – Kehadiran lagu original soundtrack (OST) menjadi cara lain untuk mengenalkan emosi cerita film, seperti dilakukan Musisi, Afgan melalui “Langit Merah Muda” yang menjadi pengantar kisah Agensi Rumah Tangga sebelum tayang di bioskop.
Lagu tersebut dirilis pada Kamis, (27/8/2026), di berbagai platform musik digital bersamaan dengan video musik yang menampilkan Afgan sebagai Kafka, karakter yang diperankan dalam film itu.
Karya tersebut menggambarkan perjalanan hubungan Kafka dan Katia dalam film Agensi Rumah Tangga, sekaligus mempertemukan dua bidang yang selama ini dijalani Afgan, yakni musik dan akting.
“Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku,” ujar Afgan dalam keterangan yang diterima.
Selain menjadi pemeran, Afgan juga terlibat dalam proses penciptaan lagu bersama Musisi, Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga. Kolaborasi ini menghasilkan lagu bernuansa romantis yang disesuaikan dengan perjalanan karakter Kafka dalam cerita film.
Afgan menyebut “Langit Merah Muda” menjadi medium untuk menghadirkan sisi emosional Kafka yang tidak seluruhnya terlihat melalui layar. Karena itu, lagu tersebut dirancang agar pendengar dapat merasakan hubungan dan konflik karakter sebelum menyaksikan film secara langsung.
Kolaborasi antara film dan musik juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Dalam kesempatan lain, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menilai, karya film dapat berkembang melalui kolaborasi lintas subsektor, termasuk musik, untuk memperluas nilai dan jangkauan karya kreatif.
“Film menarik karena menggabungkan berbagai unsur kreatif, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga melalui kolaborasi dengan subsektor musik. Kementerian Ekraf akan terus mendukung penguatan karya kreatif melalui berbagai bentuk amplifikasi agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengapresiasi karya lokal,” tutur Riefky, dikutip Sabtu (29/8).
Lagu “Langit Merah Muda” menjadi contoh bagaimana musik dapat memperpanjang perjalanan sebuah karya audiovisual di tengah perkembangan industri kreatif digital.
Melalui kolaborasi lintas subsektor, sebuah cerita tidak hanya hadir melalui layar, tapi juga dapat diterima masyarakat melalui berbagai medium.















