PravadaNews – Kebakaran Desa Adat Sade, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat aktivitas pariwisata masyarakat terhenti, sementara kawasan tersebut harus mulai dipulihkan menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menjalankan pemulihan bersama pemerintah daerah dan masyarakat melalui penanganan darurat sekaligus rekonstruksi kawasan untuk jangka panjang, seperti mempertahankan bentuk rumah serta identitas budaya Sasak.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena pembangunan kembali tidak boleh menghilangkan karakter tradisional Desa Sade.
“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi,” jelas Widiyanti dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).
Untuk jangka pendek, pemerintah menyiapkan stok makanan, dapur umum dan logistik, pemberdayaan masyarakat terdampak, serta pembangunan museum dan masjid sementara.
Program pemberdayaan mencakup pemulihan trauma, pelatihan tanggap darurat bagi warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), bantuan alat tenun, hingga tempat usaha sementara.
Sementara untuk jangka panjang, pemerintah akan membentuk tim lintas sektor untuk mendata korban dan pekerja terdampak agar penyaluran bantuan lebih terarah.
Langkah berikutnya mencakup pembukaan satu akun donasi untuk rekonstruksi serta penyusunan master plan yang tetap mempertahankan karakter dan arsitektur tradisional Sade.
Rekonstruksi juga akan dilengkapi sistem proteksi kebakaran, titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal, penampungan air darurat, ataupun pembangunan rumah layak tinggal.
“Bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya. Mudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama,” ujar Widiyanti.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan Politeknik Pariwisata Lombok per Kamis (27/8), kebakaran berdampak terhadap 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.
Kerusakan mencakup 75 rumah adat, 69 artshop, delapan lumbung alang, sejumlah berugak, menara pantau, maupun Bale Beleq yang berfungsi sebagai museum.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, rekonstruksi mulai diarahkan pada penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan Desa Adat Sade.
“Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut,” tutur Iqbal.
Lebih jauh, pemerintah menargetkan museum dan masjid sementara dapat dibangun menjelang peak season atau musim kunjungan wisata, terutama momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.















