Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi. (Foto: Dok. EU in Indonesia)

Beranda / Ekonomi / Konservasi Laut Dongkrak Cuan Nelayan

Konservasi Laut Dongkrak Cuan Nelayan

PravadaNews – Pembatasan waktu dalam menangkap ikan tidak selalu membuat penghasilan nelayan berkurang. Hal itu terlihat di Desa Gangga Dua, Minahasa Utara, ketika pendapatan nelayan naik dari sekitar Rp20 juta menjadi Rp48 juta per musim.

Kenaikan ini terjadi setelah nelayan menyepakati penutupan musiman perikanan bagan. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dalam program konservasi laut.

Sejak 2019, program itu didukung Uni Eropa bersama pemerintah Indonesia dan sejumlah mitra untuk memperkuat pengelolaan perikanan pesisir.

Melihat potensi tersebut, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menilai, kekayaan laut Indonesia memiliki peran penting, khususnya lingkungan.

“Indonesia memiliki peran penting bagi dunia karena menjadi rumah bagi salah satu ekosistem laut terkaya yang dimiliki bumi ini,” tutur Denis dalam keterangan resmi yang diterima PravadaNews, Senin (20/7/2026).

Melalui strategi Global Gateway, dukungan diarahkan pada pemulihan terumbu karang, penguatan perikanan, hingga penciptaan peluang ekonomi masyarakat pesisir. 

Bagi Denis, perlindungan alam dapat berjalan bersama pertumbuhan ekonomi apabila sumber daya dikelola secara berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” lanjut Denis.

Sejauh ini, empat kawasan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dalam program tersebut menjaga kesehatan stok 27 spesies ikan utama. Kondisi itu menjadi penting karena ketersediaan ikan turut menentukan keberlangsungan tangkapan nelayan.

Hal serupa juga menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengelolaan kawasan konservasi. Kawasan yang terlindungi berperan sebagai tempat berkembang biak ikan sehingga dapat menopang stok di wilayah penangkapan sekitarnya.

Karena itu, pemanfaatan laut tetap dapat dilakukan melalui pengaturan yang memberi kesempatan bagi populasi ikan untuk pulih. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Victor Gustaaf Manoppo juga menekankan fungsi tersebut.

“Kawasan konservasi berperan penting dalam menjaga ekosistem laut termasuk terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove sekaligus mendukung perikanan dan pariwisata berkelanjutan,” kata Victor dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (21/7).

Selain menjaga sumber daya ikan, pemerintah mendorong pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Pendekatan ini diharapkan menjaga sumber penghidupan masyarakat tetap berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *