Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini. (Foto: Dok. DPR RI)

Beranda / Politik / DPR Minta Kemenkes Siapkan Langkah Darurat Tangani ISPA

DPR Minta Kemenkes Siapkan Langkah Darurat Tangani ISPA

PravadaNews – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 165.727 kasus sepanjang 2026. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah segera menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Yahya meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun langsung menangani peningkatan kasus tersebut. Pihaknya juga mendorong koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan kesehatan warga.

“Kemenkes perlu turun tangan untuk menangani dampak karhutla terhadap munculnya penyakit ISPA,” kata Yahya kepada wartawan, Minggu (30/8/2026). Jumlah kasus ISPA tercatat telah mencapai 165 ribu kasus.

Yahya mendorong pemerintah menetapkan protokol kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla. Salah satu langkah yang ia usulkan ialah penggunaan masker untuk mengurangi dampak paparan asap.

Pemerintah juga diminta menyiapkan tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah terdampak. Yahya turut mendorong penyediaan rumah sakit, masker, dan rumah oksigen bagi masyarakat.

Yahya meminta pemerintah memberikan perlindungan khusus kepada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

Yahya juga membuka opsi evakuasi jika kondisi karhutla semakin memburuk. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman.

Jika kasus terus meningkat, Yahya meminta pemerintah mempertimbangkan penetapan kejadian luar biasa (KLB) di Kalbar. Ia menilai status tersebut dapat mempercepat penanganan secara terintegrasi.

Komisi IX DPR RI juga akan melihat langsung kondisi wilayah terdampak karhutla di Kalimantan. Kunjungan lapangan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4-5 September 2026.

Yahya mengatakan kunjungan itu bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat di lapangan. Hasilnya akan menjadi bahan bagi Komisi IX untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Dinas Kesehatan Kalbar mencatat 165.727 kasus ISPA hingga 22 Agustus 2026. Data tersebut berasal dari laporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Kepala Dinkes Kalbar dr Erna Yulianti mengatakan tren peningkatan ISPA mulai terlihat pada minggu ke-21. Kenaikan tersebut terjadi sekitar akhir Mei dan berlanjut hingga pertengahan Agustus 2026.

Secara proporsi, kasus ISPA mencapai sekitar 29 kasus per 1.000 penduduk. Kondisi pada minggu ke-32 menjadi perhatian karena bertepatan dengan peningkatan aktivitas hotspot di Kalbar.

Erna mengatakan peningkatan kasus juga terlihat dari kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. “Terjadi peningkatan ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya,” ujar Erna.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *