PravadaNews — Perum Bulog memastikan penyaluran minyak goreng rakyat Minyakita menyasar pasar-pasar yang menjadi prioritas. Pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menjadi salah satu tujuan utama distribusi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog juga berupaya menjaga ketersediaan Minyakita di pasar dengan harga yang terjangkau.
Ahmad Rizal menjelaskan Bulog mendapatkan alokasi Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita bersama ID Food dan Agrinas Palma. Ketiga perusahaan tersebut memperoleh porsi DMO sebesar 35 persen.
“Jadi Bulog sendiri ini bertiga, ada 35 persen dibagi tiga, Bulog, ID Food dengan Agrinas Palma,” kata Ahmad Rizal usai penyaluran bantuan pangan di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip Minggu (27/9/2026).
Bulog memiliki tugas menyalurkan Minyakita ke pasar-pasar yang masuk dalam SP2KP. Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan minyak goreng bagi masyarakat.
Ahmad Rizal mengatakan penyaluran Minyakita juga berpotensi diarahkan ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah saat ini terus mengembangkan koperasi tersebut.
Tingginya permintaan menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran Minyakita. Ahmad Rizal menyebut produk tersebut banyak diminati karena harganya relatif lebih rendah dibandingkan minyak goreng lainnya.
“Itu karena Minyakita sangat murah, sehingga peminatnya cukup banyak. Begitu disalurkan cepat habis,” ujar Rizal.
Harga Minyakita disebut berada di kisaran Rp15.700 per liter. Harga tersebut membuat Minyakita menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng.
“Dibanding dengan minyak-minyak yang lain, Minyakita paling murah, yaitu sekitar Rp15.700,” kata Ahmad Rizal.
Bulog bersama pemangku kepentingan terkait akan terus menyalurkan Minyakita melalui saluran distribusi yang telah ditetapkan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan di pasar dan memastikan produk dapat diterima masyarakat.
Kondisi pasokan Minyakita juga menjadi perhatian di Kabupaten Banyumas. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi sebelumnya menyebut wilayah tersebut sempat mengalami penurunan kuota.
Gatot mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas terkait kondisi tersebut. Hasil koordinasi memastikan pasokan Minyakita tetap diupayakan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Berdasarkan koordinasi dengan Bulog, penambahan volume Minyakita belum bisa dilakukan, tetapi pasokan diupayakan tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar,” kata Gatot di Purwokerto, Jumat (25/9/2026).















