Proses pengggalian sumur bor di Pengasinan, Gunung Sindur, Bogor. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Nasional / Tukang Gali Sumur Kebanjiran Order saat Kemarau Panjang

Tukang Gali Sumur Kebanjiran Order saat Kemarau Panjang

PravadaNews — Kemarau panjang membuat persoalan air bersih semakin terasa di sejumlah wilayah. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumber-sumber air warga perlahan menyusut, bahkan sebagian sumur mulai kehilangan air.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan sumur bor, kemarau panjang menjadi persoalan karena perlahan sumber air di dalam tanah tak lagi mampu memenuhi kebutuhan.

Salah satunya dialami Renold, warga Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Sumur bor yang selama ini menjadi andalan di rumahnya mengalami kekeringan di tengah musim kemarau.

Kondisi itu membuat Renold harus mencari sumber air lain untuk kebutuhan sehari-hari. Renold pun terpaksa meminta air kepada tetangga yang sumurnya masih mengeluarkan air.

“Airnya udah gak keluar, kadang dipancing bisa, tapi torennya gak penuh-penuh. Jadi kadang kita minta tetangga yang masih ada airnya,” kata Renold, Senin (14/9/2026).

Namun jumlah debit air yang didapat dari tetangga tentu tetap tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan. “Jadi untuk mencuci baju sementara ini kita laundry di luar. Karena gak cukup airnya kalau untuk mencuci,” kata Renold.

Situasi tersebut menggambarkan bagaimana kemarau tidak hanya membuat warga harus menghemat penggunaan air. Ketika sumber air utama mengering, warga juga dipaksa mencari alternatif agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Bagi sebagian warga, membuat atau memperdalam sumur menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan sumber air baru. Tak heran, jasa tukang gali sumur mulai banyak dicari ketika sumur lama tidak lagi menghasilkan air.

Kemarau yang menjadi kesulitan bagi warga ternyata membawa hikmah tersendiri bagi para tukang gali sumur. Mereka justru mendapatkan lebih banyak pekerjaan karena meningkatnya kebutuhan warga terhadap sumber air.

Permintaan jasa menggali sumur muncul dari warga yang sumurnya mengering maupun mereka yang ingin mencari sumber air baru. Kondisi ini membuat pekerjaan tukang gali sumur semakin dibutuhkan di tengah musim kemarau.

Seorang penyedia jasa gali sumur, Dani mengaku kebanjiran order di tengah kemarau panjang. “Alhamdulillah banyak yang minta sumurnya diperdalam lagi saat kemarau,” kata Dani.

“Untuk memperdalam tarifnya Rp3,5 juta kalau untuk menggali titik baru Rp7 juta,” ujar Dani.

Fenomena tersebut menjadi gambaran lain dari dampak kemarau panjang. Di satu sisi, warga harus menghadapi kesulitan mendapatkan air, sementara di sisi lain kondisi yang sama membuka rezeki bagi pekerja yang menyediakan jasa pencarian sumber air.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *