Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara penyaluran bantuan pangan. (Foto: Dok. Humas Kementan).

Beranda / Ekonomi / Bone Jadi Salah Satu Lokasi Kawasan Peternakan Terintegrasi Seluas 150 Hektare

Bone Jadi Salah Satu Lokasi Kawasan Peternakan Terintegrasi Seluas 150 Hektare

PravadaNews – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, masuk dalam daftar daerah yang disiapkan pemerintah sebagai kawasan peternakan. Nantinya, di kawasan tersebut, akan dibangun peternakan di lahan sekitar 150 hektar.

Peternakan tersebut nantinya akan membangun ekosistem peternakan yang menghubungkan produksi pakan, pembibitan ayam, budidaya, hingga menghasilkan ayam, telur, dan susu. Tujuannya, untuk memperkuat rantai pasok pangan sekaligus mendukung kebutuhan protein hewani masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, kawasan peternakan tersebut akan dikembangkan dengan konsep terintegrasi. Artinya, pembangunan tidak hanya pada peternakan ayam, tetapi juga mencakup pakan dan pembibitan.

Salah satu komponen yang disiapkan adalah pembangunan pabrik pakan. Keberadaan fasilitas tersebut akan dihubungkan dengan potensi produksi jagung di Bone dan daerah sekitar yang menjadi bahan baku utama pakan ternak.

“Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” kata Amran dalam keterangannya, yang dikutip Minggu (27/9/2026).

Menurut Amran, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung dapat membuat rantai pasok menjadi lebih efisien sekaligus menekan biaya logistik.

Sebagai contoh, jagung dari daerah tidak perlu dikirim terlebih dahulu ke wilayah lain untuk diolah menjadi pakan.

“Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” kata Amran.

Selain pabrik pakan, pemerintah juga akan membangun fasilitas pembibitan atau DOC (day old chick) untuk memenuhi kebutuhan bibit ayam di kawasan tersebut.

Fasilitas ini diharapkan membuat peternak memperoleh bibit ayam lebih dekat dengan lokasi produksi sehingga tidak perlu mendatangkan DOC dari wilayah lain.

Selain itu, pengembangan sapi perah juga akan menjadi bagian dari ekosistem peternakan tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan produksi susu nasional.

“Peternakan sapi itu sapi perah, susu. Kan butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti,” kata Amran.

Produk ayam, telur, dan susu dari ekosistem peternakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai salah satu penyerap hasil produksi peternakan.

“Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu,” jelas Amran.

Pembangunan peternakan tersebut akan dilakukan di lima kawasan dengan target rampung pada tahun 2027. Lima kawasan itu, yakni Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp 2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp 17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” kata Amran.

Selain memperkuat produksi pangan, Amran berharap, ypembangunan kawasan peternakan di Bone dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

“Lokal lah. Kalau mau kerja di sini, itu kan lapangan kerja,” ucap Amran.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *