PravadaNews – Kebutuhan beras nasional diproyeksikan relatif stabil dalam empat tahun terakhir. Hal itu terlihat dari data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan kebutuhan beras Indonesia berada di kisaran 30-31 juta ton per tahun sejak 2023 hingga 2026.
Berdasarkan Buletin Konsumsi Pangan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 yang diterbitkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, kebutuhan beras nasional pada 2023 tercatat sekitar 30,90 juta ton.
Kebutuhan tersebut kemudian sedikit menurun pada 2024 menjadi sekitar 30,74 juta ton. Setelah itu, kebutuhan beras kembali meningkat pada 2025 menjadi sekitar 31,16 juta ton.
Lalu pada 2026, tepatnya saat ini, kebutuhan beras nasional diproyeksikan mencapai sekitar 31,10 juta ton. Dengan demikian, dibandingkan 2023, kebutuhan beras nasional pada 2026 bertambah sekitar 206 ribu ton atau meningkat 0,67 persen.
Secara tahunan, kebutuhan beras tidak menunjukkan kenaikan secara konsisten. Pasalnya, pada 2024 kebutuhan turun sekitar 0,52 persen dibandingkan 2023. Kemudian pada 2025 meningkat sekitar 1,37 persen, sebelum kembali turun tipis sekitar 0,17 persen pada 2026.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan beras nasional cenderung bergerak di kisaran 31 juta ton dalam empat tahun terakhir. Kenaikan kebutuhan dalam periode 2023-2026 juga relatif terbatas, yakni kurang dari 1 persen.
Dalam publikasi tersebut, Kementan menjelaskan bahwa perhitungan kebutuhan beras mencakup konsumsi langsung rumah tangga dan konsumsi di luar rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dihitung menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), sedangkan konsumsi di luar rumah tangga antara lain mencakup kebutuhan rumah makan, restoran, hotel, katering, industri, rumah sakit, dan lembaga pemasyarakatan.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Proyeksi Neraca Pangan 2026 juga mencatat kebutuhan konsumsi beras nasional sekitar 31,1 juta ton. Bapanas memperkirakan kebutuhan tersebut masih berada di bawah proyeksi produksi beras nasional yang mencapai sekitar 34,76 juta ton pada 2026.
Dengan proyeksi tersebut, neraca beras nasional pada akhir 2026 diperkirakan masih mencatat surplus. Hal itu membuat Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut, stok beras nasional saat ini masih aman hingga 10 bulan ke depan.
Hal itu dikatakan Amran pada Senin (14/9/2026), yang menyebut, berdasarkan perhitungan pemerintah, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 26 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras nasional berada di kisaran 2,6 juta ton setiap bulan.
“Kalau 2,6 juta per bulan, berarti 10 bulan, kan? Sepuluh bulan ke depan,” ujar Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Meski kebutuhan nasional telah diproyeksikan secara tahunan, data tersebut masih disajikan secara agregat. Pemerintah belum merinci kebutuhan 31,1 juta ton pada 2026 berdasarkan jenis atau kualitas beras, seperti beras medium dan beras premium.















