(kiri-kanan) Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli; President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank, Chartsiri Sophonpanich; Duta Besar Indonesia untuk Tailan, Hari Prabowo; Duta Besar Tailan untuk Indonesia, Prapan Disyatat; Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik, Santo Darmosumarto dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Foto: Dok. Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Beranda / Bisnis / Perdagangan RI-Thailand Dibidik US$23 Miliar

Perdagangan RI-Thailand Dibidik US$23 Miliar

PravadaNews – Permata Bank memperkuat akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia dan Thailand di tengah target kedua negara meningkatkan nilai perdagangan bilateral menjadi US$23 miliar pada 2030.

Upaya tersebut dilakukan bersama Bangkok Bank melalui business matching yang mempertemukan perusahaan Thailand dengan calon mitra usaha di Indonesia.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis di kawasan Asia Tenggara. Pada saat yang sama, perusahaan Indonesia juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar Thailand dan negara lain di kawasan.

Menurutnya, jaringan regional Bangkok Bank dan pemahaman PermataBank terhadap pasar domestik dapat digunakan untuk memperkuat konektivitas bisnis lintas negara.

“Dengan memadukan kekuatan jaringan regional Bangkok Bank dengan keahlian lokal Permata Bank, kami dapat memperkuat konektivitas lintas batas, memfasilitasi peningkatan perdagangan dan investasi, serta mendukung nasabah kami dalam mengembangkan usahanya di kawasan ini,” ujar Meliza dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/9/2026).

Konektivitas ini dibutuhkan ketika pelaku usaha memasuki pasar baru karena ekspansi tidak hanya membutuhkan pembiayaan, tapi juga akses terhadap mitra dan pemahaman mengenai kondisi bisnis setempat.

Potensi itu terlihat dari nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Thailand yang mencapai sekitar US$19,5 miliar pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi US$23 miliar pada 2030.

Ruang kerja sama kedua negara mencakup ketahanan pangan, rantai nilai halal, energi, ekonomi digital, logistik, hngga rantai pasok regional.

Penguatan hubungan ekonomi ini juga masuk dalam Roadmap on Strategic Partnership between Thailand and Indonesia 2026–2030 yang menjadi kerangka kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan konektivitas.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut kedua negara mendorong perdagangan sekaligus memfasilitasi investasi dua arah, terutama pada ketahanan pangan, energi, pariwisata, dan hubungan antarmasyarakat.

Indonesia juga mendorong perluasan akses pasar dan kemitraan antarpelaku usaha melalui pembentukan Joint Trade Commission (JTC) untuk membahas peluang bisnis sekaligus hambatan perdagangan.

“Kami juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antarpelaku usaha,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri pada Rabu (5/8).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *