Stok beras yang ada di kios beras Jalan Baru, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews) 

Beranda / Ekonomi / Penjual Beras Sebut Stok Aman Selama Duit Ada

Penjual Beras Sebut Stok Aman Selama Duit Ada

PravadaNews – Pasokan beras medium dan premium di salah satu kios Jalan Baru, Ciracas, Jakarta Timur, tetap lancar pada awal Oktober 2026, tapi kemampuan belanja pedagang menjadi penentu banyaknya pilihan beras yang dapat kembali disediakan.

Penjual beras bernama Ari mengatakan pasokan dari pemasok masih berjalan lancar sehingga stok beras medium dan premium tetap tersedia.

“Stok aman selama duit ada. Cuman ya itu dia, kadang kalau lagi harga mahal gitu, kita kan otomatis harus naikin harga. Jadi beli itu juga, opsi kita juga berkurang,” kata Ari saat ditemui di lokasi, Minggu (4/10/2026). 

Dengan kondisi tersebut, Ari menyebut pasokan bukan menjadi kendala utama di kiosnya. Pilihan beras yang dapat dibeli untuk dijual kembali justru berkurang ketika harga sedang tinggi dan kebutuhan modal ikut membesar.

Kondisi pasokan yang masih tersedia juga ditemukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) saat mendampingi kunjungan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pada Jumat (2/10). Hasil pengecekan menunjukkan stok tersedia dan pasokan dari sentra produksi tetap berjalan lancar.

Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat 4,48 juta ton per Rabu (30/9). Bapanas mencatat total penyaluran CBP sepanjang tahun ini hingga akhir September mencapai 2,73 juta ton.

Meski stok pemerintah berada pada level tersebut, produksi beras pada Agustus 2026 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras untuk konsumsi pangan sebesar 3,15 juta ton atau turun 2,90% dari 3,24 juta ton pada Agustus 2025.

Di tingkat pasar, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan menyatakan beras premium dan medium masih tersedia di pasar tradisional. 

Menurut Hermawan, kondisi itu berbeda dengan sebagian ritel modern yang menghadapi persoalan margin penjualan yang tipis.

“Tapi kalau terkait beras premium, itu stoknya ada di pasar tradisional. Jadi beras premium dan medium di pasar tradisional itu banyak,” kata Hermawan dalam keterangan yang diterima.

Adapun Bapanas mengungkapkan persoalan pada sebagian ritel modern bukan disebabkan kekurangan stok, melainkan pemerataan distribusi dari pusat distribusi menuju gerai. 

Diketahui, pengawalan distribusi akan terus dilakukan pemerintah agar beras yang tersedia dapat sampai ke masyarakat dengan harga sesuai ketentuan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *