Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar saat diwawancarai. (Dok. Humas Pemerintah Kota Tangerang Selatan).

Beranda / Daerah / Dinkes Tangsel Ungkap Gejala Influenza A yang Perlu Segera Diperiksa

Dinkes Tangsel Ungkap Gejala Influenza A yang Perlu Segera Diperiksa

PravadaNews – Demam, batuk, pilek hingga sakit tenggorokan menjadi keluhan yang kerap dianggap sebagai penyakit ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala tersebut, terutama jika muncul bersamaan dan kondisi tubuh semakin memburuk.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala infeksi saluran pernapasan. Bahkan, masyarakat diminta untuk dan segera memeriksakan diri apabila mengalami kondisi yang mengarah pada influenza.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi kesehatan ketika mengalami demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih. Apalagi dalam suhu yang tinggi itu disertai dengan batuk, pilek, dan atau sakit tenggorokan.

“Demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih, disertai batuk, pilek, dan atau sakit tenggorokan, dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ujar Allin dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurut Alin, pemeriksaan menjadi semakin penting apabila gejala yang dialami semakin berat. Terlebih, masyarakat yang memiliki faktor risiko tertentu perlu lebih waspada terhadap kemungkinan mengalami kondisi yang lebih serius.

Maka dari itu, Allin mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak menunggu kondisi kesehatan memburuk sebelum mendapatkan penanganan. Jika mengalami gejala yang disebutkan sebelumnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.

“Masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan apabila gejala semakin berat atau muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan,” kata Allin.

Di sisi lain, pencegahan penularan influenza A dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Masyarakat dianjurkan mencuci tangan terutama setelah batuk atau bersin, membuang ingus, sebelum makan, serta setelah menyentuh benda atau permukaan yang sering disentuh.

Bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, Allin juga meminta agar aktivitas dan kontak dekat dengan orang lain dibatasi. Penggunaan masker pun sangat diperlukan apabila orang yang sedang sakit harus tetap berada di luar rumah atau berinteraksi dengan orang lain.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan. Masyarakat diminta memastikan ventilasi berjalan baik sehingga pertukaran udara dapat berlangsung secara optimal.

Selain itu, vaksinasi influenza menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.

“Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus influenza yang beredar,” jelas Allin.

Sementara itu, untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis juga perlu mendapat perhatian lebih. Membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko penularan kepada kelompok tersebut.

Allin pun meminta masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dengan mengenali gejala dan mengambil langkah pencegahan sejak awal.

“Kenali gejalanya, cegah penularannya, dan segera periksa apabila kondisi kesehatan membutuhkan penanganan,” ucap Allin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *