PravadaNews – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Timur juga terintegrasi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar bagi perempuan pelaku usaha.
“Tujuannya agar keluarga penerima tidak hanya memiliki rumah yang layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi,” ujar Maruarar dikutip, Senin (4/5/2026).
Baca juga: BPS: Data Jadi Kunci Program Rumah
Menurut pria yang akrab disapa Ara ini, pembangunan 33.000 unit rumah diperkirakan mampu menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja dari sektor konstruksi, transportasi, hingga industri bahan bangunan.
“Ekosistem perumahan ini menggerakkan banyak sektor. Dari kontraktor, toko bangunan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semua ikut bergerak. Ini yang kita harapkan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” kata Ara.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jumlah renovasi rumah melalui BSPS di Jawa Timur meningkat signifikan dari sekitar 2.914 unit pada 2025 menjadi 33.000 unit pada 2026.
“Di Jawa Timur sendiri, peningkatan renovasi rumah BSPS cukup signifikan. Yang sebenarnya tahun lalu hanya 2.914 rumah, sekarang menjadi 33.000 rumah. Ini tentu berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan karena dengan hunian layak, taraf hidup masyarakat juga meningkat. Dengan begitu, ekonomi mereka juga membaik,” ujar mantan Menteri Sosial RI itu.
Menurut Khofifah, rumah layak huni menjadi indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena berdampak pada kesehatan, pendidikan dan produktivitas keluarga.
“Ketika masyarakat memiliki rumah yang layak, maka kualitas hidupnya meningkat. Ini akan berdampak pada penurunan beban ekonomi, peningkatan kesehatan keluarga, hingga memperkuat daya tahan sosial masyarakat,” ujar Khofifah.
Khofifah menambahkan, integrasi program perumahan dengan pemberdayaan ekonomi menjadi model pembangunan komprehensif untuk menekan kemiskinan secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik. Ada intervensi pada hunian sekaligus penguatan ekonomi keluarga,” kata Khofifah.















