Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Hotel Raffles, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews) 

Beranda / Ekonomi / Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Produktif

Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Produktif

PravadaNews – Target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 membuat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia kembali menempatkan hilirisasi sebagai jalan untuk memperbesar nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Bahlil menilai, perubahan struktur ekonomi diperlukan agar pertumbuhan ekonomi juga ditopang kegiatan produksi.

Hilirisasi, katanya, menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perubahan tersebut karena sumber daya alam dapat diolah lebih lanjut sebelum dijual atau diekspor.

“Saya pikir ini salah satu kata kunci untuk mengubah struktur ekonomi kita dari berbasis konsumsi menjadi berbasis produktif. Kalau kita mengandalkan konsumsi terus, itu memang baik, tetapi dalam jangka panjang akan menyebabkan stagnasi kualitas pertumbuhan,” jelas Bahlil dalam Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles, Kamis (8/10/2026).

Menurut Bahlil, pekerjaan hilirisasi masih perlu diperdalam karena sekitar 50–60% produk sektor pertambangan saat ini masih berupa produk setengah jadi yang kemudian diproses lebih lanjut di luar negeri.

Karena itu, pemerintah tengah mengevaluasi industri yang terlalu banyak menghasilkan produk setengah jadi dan membuka opsi pembatasan apabila pasokannya sudah melebihi kebutuhan pasar.

“Yang kita dorong adalah industri-industri yang produk hilirnya langsung. Supaya struktur ekonomi kita bisa betul-betul terjadi shifting,” ujar Menko Bahlil.

Selain memperdalam rantai produksi, pemerintah akan menyinkronkan program Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta kementerian terkait agar proyek hilirisasi juga membentuk pusat pertumbuhan baru di daerah.

Arah itu sejalan dengan kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang mendorong hilirisasi bersamaan dengan penguatan industri pengolahan dan manufaktur bernilai tambah tinggi.

“Saya juga memberikan catatan bahwa hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri dan berbagai manufaktur lain yang didorong,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan resmi, Selasa (6/10).

Diketahui, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I-2026, sementara industri pengolahan menyumbang 18,50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Pemerintah juga mencatat sekitar 75,7% investasi hilirisasi pada semester I-2026 berada di luar Pulau Jawa, sehingga pengembangan industri mulai tersebar lebih dekat dengan daerah penghasil sumber daya alam.

Penyebaran investasi tersebut diharapkan memperluas kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja di daerah, sejalan dengan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 6% pada 2027.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *