PravadaNews – Harga daging ayam ras di tingkat konsumen pada 13 Oktober 2026 berada di kisaran Rp40.065–Rp47.150 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah sebesar Rp40.000/kg.
Secara bulanan, harga ayam turun 1,83 persen dibandingkan September 2026. Namun, jika dibandingkan dengan Oktober 2025, harganya masih naik 5,89 persen.
Sementara itu, harga ayam hidup di tingkat peternak pada 12 Oktober 2026 berada di kisaran Rp20.000–Rp23.000 per kilogram, bergantung pada wilayah.
Rentang harga ini memperlihatkan perbedaan yang cukup jauh dibandingkan harga daging ayam yang dibayar konsumen di pasar.
Kondisi ini menimbulkan persoalan bagi kedua pihak. Peternak berpotensi merugi jika harga jual ayam hidup berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), sedangkan konsumen harus membayar lebih mahal ketika harga daging ayam melampaui HAP.
Jika peternak tidak memperoleh harga yang layak sementara konsumen tetap menanggung harga tinggi, siapa sebenarnya yang diuntungkan dari selisih harga ayam yang begitu lebar ini?
Sumber: BPS, PIHPS, SP2KP, PINSAR Indonesia















