PravadaNews – Pembangunan kota tak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga membuka ruang bagi kontribusi dunia usaha.
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mendorong pelaku usaha ikut mendanai berbagai program pembangunan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), mulai dari pembangunan taman, pengadaan gerobak sampah dan kursi roda, hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Untuk mempermudah partisipasi tersebut, Pemkot Bekasi menghadirkan aplikasi SI-BALAI KEREN sebagai sarana bagi pelaku usaha memilih program yang sesuai dengan kemampuan dan bidang usahanya.
“Pemerintah hadir memberikan kemudahan berusaha sekaligus membuka ruang kolaborasi. Agar investasi yang tumbuh di Kota Bekasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dikutip Rabu (21/10/2026).
Tri juga mengatakan, hadirnya SI-BALAI KEREN bukan hanya mempermudah pelaku usaha berkontribusi terhadap pembangunan daerah saja.
Namun, juga mempermudah pelaku usaha memperoleh informasi mengenai layanan perizinan, kebutuhan investasi.
Pihaknya menegaskan, bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha sangat penting.
Dan sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan bila melihat capaian investasi Kota Bekasi saat ini.
Berdasarkan data, realisasi investasi pada Triwulan I dan II 2026 telah mencapai Rp9,7 triliun. Atau sekitar 81 persen dari target.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Bekasi terus tumbuh. Potensi ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan,” ujar Tri.














