PravadaNews – Situasi keamanan pascademonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada 17–18 Oktober 2026 di Prancis dan Italia menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kedua negara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga keselamatan diri, serta menghindari keterlibatan dalam urusan politik dalam negeri, baik bagi mereka yang berstatus pelajar maupun pekerja.
“Tentunya kita terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Eropa. Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa, tentunya kita meminta kepada mereka untuk berhati-hati, kemudian menjaga diri, dan tidak ikut-ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana,” ujar Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Arrmanatha juga meminta WNI tetap berfokus pada kegiatan utama mereka selama berada di luar negeri.
Selain itu, mereka diminta mengikuti informasi dan imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) serta pemerintah setempat.
“Fokus kepada tugas-tugas mereka di sana. Apakah yang belajar atau yang bekerja. Apabila ada pemberitahuan dari KBRI, tolong diikuti. utamanya adalah ikutilah imbauan-imbauan yang disampaikan oleh pemerintah setempat,” ucap Arrmanatha.
Sementara itu, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan, hingga Kamis, 22 Oktober 2026 ada laporan WNI terdampak kerusuhan demonstrasi di Prancis dan Italia.
Informasi tersebut berdasarkan pemantauan perwakilan RI, yakni KBRI Paris, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Marseille, dan KBRI Roma.
“Berdasarkan perwakilan RI kita terkait di Prancis maupun di Italia, yaitu di KBRI Prancis, KJRI Marseille, dan KBRI Roma. Hingga saat ini belum terdapat laporan terkait adanya WNI yang terdampak atas kerusuhan demonstrasi tersebut,” ujar Heni.
Heni menjelaskan, berdasarkan catatan Kemlu RI, terdapat 5.442 WNI yang berdomisili di Prancis dan 2.403 WNI di Italia.
Pemerintah bersama perwakilan RI di kedua negara terus memantau perkembangan keamanan dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI.
“Kemlu bersama seluruh perwakilan RI di Eropa memastikan akan terus memantau dinamika keamanan setempat. Sekaligus menjaga jalur komunikasi intensif dengan komunitas WNI,” kata Heni.













