PravadaNews – Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah (Timteng) berdampak ke sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.
Sejumlah maskapai bahkan melakukan pembatalan dan penundaan jadwal penerbang sambil menunggu ekskalasi di Timteng mereda.
Eksalasi keamanan pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke ibu kota Teheran, membuat Iran menutup wilayah udaranya.
Baca juga: Ini Jumlah Jemaah Haji dan Umrah di 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyatakan, meningkatnya ketegangan di kawasan Timteng berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia.
Berdasarkan laporan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia memastikan seluruh jemaah terus dilakukan pemantuan dengan otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo mengatakan, pemerintah Indonesia akan terus memonitoring perkembangan di Arab Saudi.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/3/2026).
Puji meminta PPIU untuk berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan perkembangan di Timteng.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” jelas Puji.
Pemerintah, kata Puji, akan terus memonitoring perkembangan di Arab Saudi dan kawasan Timteng untuk memastikan keamanan bagi jemaah Indonesia.
Puji menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikam perlindungan maksimal terhadap jemaah Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Kemenhaj mengimbau kepada seluruh pihak keluarga agar tetap tenang apabila ada keluarganya sedang menjalankan ibadah Umrah.
Pemerintah melalui Kemenhaj, perwakilan Republik Indonesia, serta otoritas terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.
Negara hadir memberikan pelindungan dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keluarga tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
Kemenhaj pun mengimbau agar komunikasi dapat terus dilakukan melalui PPIU masing masing agar setiap perkembangan diperoleh dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.















