Ilustrasi Miliarder Dubai. Dok. PravadaNews

Beranda / Mancanegara / Eksodus Miliarder Dubai

Eksodus Miliarder Dubai

PravadaNews– Ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mulai mengguncang citra Dubai sebagai kota aman bagi kalangan superkaya dunia.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah ekspatriat kaya dilaporkan mulai meninggalkan kota tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan.

Kota Dubai di Uni Emirat Arab selama satu dekade terakhir dikenal sebagai magnet bagi miliarder dan investor global. Namun konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekspatriat kaya yang tinggal di kota tersebut.

Berdasarkan data dari Henley & Partners menunjukkan populasi jutawan di Dubai meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2014, jumlahnya bahkan telah melonjak dua kali lipat menjadi lebih dari 81.000 orang.

Selain itu, kota tersebut juga menjadi rumah bagi sekitar 237 centimillionaires atau individu dengan kekayaan lebih dari US$100 juta, serta sedikitnya 20 miliarder.

Sepanjang 2025 saja, sekitar 9.800 jutawan pindah ke Dubai dengan total kekayaan mencapai sekitar US$63 miliar, menjadikannya salah satu tujuan utama migrasi orang kaya di dunia.

Namun situasi keamanan yang memanas dalam sepekan terakhir mulai mengubah kondisi tersebut. Beberapa serangan yang terjadi di wilayah tersebut dilaporkan merusak sejumlah fasilitas, termasuk kawasan hotel mewah dan bandara Dubai.

Peneliti dari Baker Institute for Public Policy di Rice University, Jim Krane, mengatakan konflik yang terjadi telah mengganggu citra keamanan yang selama ini menjadi kekuatan utama Dubai.

Baca Juga: UEA Serang Fasilitas Desalinasi Iran

“Perang AS-Israel terhadap Iran mengacaukan aura keamanan yang sangat penting di Dubai,” kata Krane dikutip Minggu (8/3/2026). 

Krane menjelaskan bahwa model ekonomi Dubai sangat bergantung pada ekspatriat yang membawa investasi, keahlian, serta modal ke kota tersebut.

“Model ekonomi Dubai didasarkan pada penduduk ekspatriat yang menyediakan kecerdasan, tenaga kerja, dan modal investasi. Anda membutuhkan stabilitas dan keamanan untuk menarik orang asing yang cerdas,” ujar Krane. 

Adapun pemerintah setempat berupaya menenangkan kekhawatiran investor. Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional UEA menyatakan situasi di negara tersebut masih dalam kondisi terkendali.

Di sisi lain, otoritas keamanan Dubai juga memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap influencer media sosial yang menyebarkan konten yang bertentangan dengan pengumuman resmi atau dapat memicu kepanikan publik.

Meski demikian, tanda-tanda eksodus kalangan kaya mulai terlihat. Permintaan terhadap layanan jet pribadi dilaporkan meningkat tajam sejak serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas dengan serangan drone oleh Teheran.

Sementara itu, CEO Vimana Private Jets, Ameerh Naran, mengatakan perusahaannya menerima lebih dari 100 permintaan penerbangan dalam satu malam.

“Jet dari Riyadh ke Eropa dapat berharga hingga US$350.000,” ujar Barang. 

Sedangkan CEO perusahaan keamanan Global Guardian, Dale Buckner, menyebut sejumlah perusahaan besar bahkan mulai merencanakan evakuasi karyawan dari kawasan tersebut.

“Ini sangat mirip dengan Ukraina,” kata Buckner, merujuk pada situasi evakuasi warga asing saat konflik terjadi di kawasan Eropa Timur.

Ketegangan geopolitik ini juga berpotensi memengaruhi pasar properti mewah Dubai yang selama beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan harga. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan koreksi harga properti pada periode 2025 hingga 2026.

Meski begitu, sebagian investor menilai daya tarik Dubai belum sepenuhnya hilang. Kebijakan pajak yang rendah, regulasi bisnis yang ramah investor, serta sektor keuangan yang relatif stabil masih menjadi alasan utama kalangan kaya dunia menempatkan aset mereka di kota tersebut.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *