Ilustrasi Punic Buying. Dok. PravadaNews/Gemini Galaxy AI

Beranda / Ekonomi / Panic Buying Ganggu Rantai Pasok

Panic Buying Ganggu Rantai Pasok

PravadaNews – Lonjakan harga minyak dunia berdampak psikologis masyarakat. Dimana di sejumlah daerah di Indonesia masyarakatnya alami panic buying.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dalam menanggapi kenaikan harga minyak dunia.

Tito memastikan ketersediaan BBM dan kebutuhan pokok jelang Lebaran dalam kondisi aman. Tito menjelaskan, stok beras nasional saat ini sebanyak 4 juta ton dan pasokan BBM cukup untuk kebutuhan masyarakat.

Tito mengatakan punic buying akan mengganggu ranti pasokan. “Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan,” kata Tito dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/3/2026).

Tito berkata, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah komprehensif dalam menangani harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

“Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” jelas Tito.

Tito juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang hanya sebesar 4,7 persen, karena kondisi ini dipengaruhi penyesuaian metodologi pada perhitungan harga listrik.

Baca Juga: Stok BBM Aman Harga Bikin Was-was

Kenaikan Harga BBM Bikin Was-was

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, harga BBM bersubsidi tidak naik jelang Idulfitri.

Bahlil memastikan, stok BBM nasional dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan pasokan. Selain itu, pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG) di dalam negeri juga dalam kondisi aman.

“Memang kalau kita melihat posisi harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 per barel,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Bahlil menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi yang terjadi di Timur Tengah. “Ini adalah kondisi yang terjaadi di global akibat dampak dari peran Iran versus Israel dan Amerika,” kata Bahlil.

Bahlil menekankan, Indonesia tidak masalah dengan stok BBM dalam negeri. Namun, yang menjadi persoalan yakni terkait harga.

“Stok nggak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di masalah harga,” ujar Bahlil.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *