PravadaNews – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Palembang, Sumatera Selatan, mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kenaikan harga mencapai Rp180.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp140.000 per kilogram, seiring meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi selama Lebaran 2026.
Para pedagang menyebutkan, lonjakan harga dipicu oleh tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai di tingkat distributor. Kondisi ini membuat harga di pasar terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir, sehingga dikhawatirkan dapat membebani masyarakat, terutama menjelang puncak perayaan Idulfitri.
“Pada H-2 Idulfitri tahun ini harga daging sapi mencapai Rp180.000/Kg,” kata Tika, seorang pedagang daging sapi potong di Pasar 7 Ulu Palembang, Kamis (19/3/2026).
Baca juga: Daya Beli Masyarakat Melemah
Tika mengatakan, kenaikan harga tersebut terjadi secara bertahap sejak H-7 seiring dengan meningkatnya jumlah pembeli.
“Pada Rabu (18/3) harga daging sapi masih di angka Rp170.000/Kg. Per hari ini harganya naik lagi mencapai Rp180.000/Kg,” katanya.
Hal senada dikatakan Gani, pedagang daging sapi potong di Pasar Induk Jakabaring secara terpisah mengatakan, masyarakat mulai ramai membeli daging sapi potong untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Hanya saja, kata Gani, untuk harga daging sapi potong di Pasar Induk Jakabaring sedikit lebih murah dibandingkan pasar tradisional lainnya di Kota Palembang yaitu dipatok sebesar Rp170.000 hingga Rp175.000/Kg.
Menurut Gani, kenaikan harga tersebut disebabkan modal dari agen tempat pemotongan hewan mematok harga tinggi seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat.
“Meskipun harga naik, namun diiringi dengan daya beli masyarakat meningkatkan drastis. Pagi ini saja daging sapi potong yang terjual sudah mencapai sekitar 40-50 kilogram,” ujar Gani.
Sementara, Indah, seorang ibu rumah tangga warga Kota Palembang mengaku meskipun harga naik, namun tetap membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Meskipun dalam jumlah sedikit, namun saya tetap membeli daging untuk dimasak sebagai menu makanan pada hari raya nanti,” ujarnya.
Tak hanya di Palembang, harga jual daging sapi dan kerbau pada tradisi meugang pertama menyambut Hari Raya Lebaran Idulfitri 1447 Hijriyah di Meulaboh, Aceh Barat, tembus mencapai Rp170 ribu/kg.
Pada hari biasanya, harga jual daging segar sapi atau kerbau di daerah ini berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
“Naiknya harga jual daging segar sapi dan kerbau pada tradisi meugang, karena banyaknya permintaan masyarakat untuk membeli daging menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat harga daging kerbau dan sapi segar yang dijual pedagang di Kompleks Pasar Induk Bina Usaha Meulaboh, Ibu Kota kabupaten setempat hingga saat ini masih dijual dengan harga tinggi berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp170 ribu/kg.
Khairuzzadi mengatakan, tingginya harga jual daging segar jenis kerbau dan sapi pada tradisi meugang Hari Raya Idulfitri, karena pedagang mengaku harus menyesuaikan harga beli ternak.
Meski masih dijual dengan harga tinggi, namun permintaan konsumen terhadap daging kerbau dan sapi segar di Kabupaten Aceh Barat, hingga saat ini terpantau masih normal.
Khairuzzadi mengatakan harga jual daging segar diprediksi akan terus mengalami penurunan ke harga normal dalam beberapa hari ke depan, karena adanya penurunan konsumsi daging segar setelah libur hari raya.















