PravadaNews – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan jumlah pemudik pengguna angkutan umum pada Lebaran 2026 sebesar 8,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah kenaikan ini, pemerintah menilai arus mudik tetap terkendali, dengan moda kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi mengatakan tingginya mobilitas tidak diikuti gangguan signifikan.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali,” ujar Ernita dalam keterangan resmi, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Waktunya Perjalanan Penuh Berkah Bersama Malaysia Airlines
Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat total pergerakan penumpang sejak H-8 hingga hari H mencapai 10.887.584 orang, naik dari 10.027.482 orang pada periode yang sama tahun lalu.
Moda kereta api menjadi penyumbang terbesar dengan 3,34 juta penumpang atau tumbuh 13,46 persen secara tahunan. Diikuti angkutan penyeberangan yang mencatat kenaikan tertinggi secara persentase, yakni 14,01 persen menjadi 2,66 juta penumpang. Sementara angkutan udara tercatat 2,39 juta penumpang, hanya naik tipis 2,95 persen.
Adapun angkutan bus mencapai 1,69 juta penumpang atau meningkat 9,37 persen, sedangkan angkutan laut menyumbang 783.114 penumpang.
Pada hari H Lebaran, pergerakan penumpang tercatat sebanyak 873.916 orang. Kereta api kembali mendominasi dengan 364.649 penumpang, disusul angkutan udara 206.785 penumpang dan penyeberangan 177.564 penumpang. Sementara bus mencatat 103.777 penumpang dan angkutan laut 21.141 penumpang.
Selain penumpang, kata Ernita, Kemenhub juga memantau arus kendaraan yang menunjukkan ketimpangan antara arus keluar dan masuk wilayah Jakarta. Pada hari Lebaran, kendaraan keluar dari gerbang tol Jakarta mencapai 193.237 unit, jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan masuk sebanyak 122.074 unit.
Di ruas arteri, pergerakan kendaraan juga masih didominasi arus keluar dari Jabodetabek yang mencapai 601.275 unit, dibandingkan arus masuk sebesar 460.089 unit. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan pemudik belum sepenuhnya berbalik ke kota asal.
Menurut Ernita, Kemenhub melihat situasi ini sebagai sinyal potensi lonjakan arus balik dalam waktu dekat. Pemerintah memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+3 atau Selasa, 24 Maret 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak,” kata Ernita.
“Kami juga meminta pemudik mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan,” pungkas Ernita.















