PravadaNews – Komisi Eropa pada Rabu mengumumkan paket tambahan bantuan senilai 2 juta euro untuk Kuba, guna mendukung mitra kemanusiaan Uni Eropa yang menyalurkan bantuan darurat di tengah krisis energi dan kesulitan distribusi pangan serta air bersih.
“Melihat kondisi kemanusiaan di Kuba yang semakin memburuk, Komisi Eropa menyalurkan tambahan 2 juta euro bantuan kemanusiaan. Dana ini akan mendukung logistik mitra kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan kepada kelompok paling rentan,” demikian pernyataan resmi dikutip Kamis (2/4/2026).
Baca juga : RI Cari Solusi Logistik ke Uni Eropa
Dana tersebut melengkapi paket 4 juta euro yang telah disetujui pada awal tahun sebagai alokasi regional untuk Karibia, serta paket bantuan 2025 yang diberikan kepada Kuba pasca badai Melissa.
Secara keseluruhan, hampir 6 juta euro telah digelontorkan pada tahun ini untuk penanggulangan bencana dan respons darurat di Kuba.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada 29 Maret menyebut Kuba sebagai “negara yang gagal” dan mengatakan bahwa negara itu akan menjadi “sasaran berikutnya” bagi Amerika Serikat, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada akhir Januari, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan AS mengenakan tarif impor terhadap barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.
Duta Besar Rusia untuk Havana, Viktor Koronelli, sebelumnya mengatakan kepada RIA Novosti bahwa krisis bahan bakar di Kuba semakin parah setelah Venezuela menghentikan pasokan minyak ke pulau tersebut.















