PravadaNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mengambil langkah tegas dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba dengan menggelar tes urine bagi para pejabat dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kantor pemerintahan daerah setempat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata perang terhadap narkoba tidak hanya sebatas wacana atau slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan konkret yang menyasar langsung aparatur pemerintahan.
Melalui pelaksanaan tes tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh ASN bebas dari penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga integritas, profesionalitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
Baca juga: BNN Kerahkan 1.818 Fasilitator Bandar Narkoba Tak Berkutik
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam mendukung gerakan bersama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebutkan, tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi penanganan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta obat-obatan terlarang yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong.
Rudy menegaskan, upaya memerangi narkotika harus dimulai dari internal pemerintah sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.
“Di saat kita ingin memerangi peredaran narkotika, kita harus memberikan contoh di awal,” ujar Rudy dikutip Jumat (3/4/2026).
Rudy mengungkapkan, pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah menyiapkan pelaksanaan tes urine secara acak di kantor-kantor pemerintahan.
Namun sebelum diterapkan secara luas, Rudy memilih menjadi pihak pertama yang menjalani pemeriksaan tersebut.
“Kalau bisa dimulai dari ruangan ini, dimulai dari Bupati Bogor terlebih dahulu,” kata Rudy.
Menurut Rudy, langkah tersebut penting untuk memastikan komitmen yang disampaikan pemerintah benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, termasuk oleh pimpinan daerah.
Rudy juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dalam pelaksanaan tes urine, agar tidak terjadi manipulasi hasil.
Rudy bahkan mengingatkan agar proses pengambilan sampel dilakukan secara ketat untuk memastikan keaslian hasil pemeriksaan.
“Kita harus memastikan betul-betul, kalau saya memeriksa tes urine maka urine-nya pun betul-betul urine saya,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga generasi muda dari ancaman narkotika dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Bogor.
Rudy berharap, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh jajaran pemerintah daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba secara menyeluruh.















