PravadaNews – Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa “efek domino tembakan” telah dimulai di seluruh wilayah tersebut dan hanya Iran yang mampu menghentikannya.
Komandan Angkutan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi menyampaikan, pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Senin, 6 April 2026.
Operasi pembalasan Iran yang sukses berlanjut pada hari Senin terhadap target musuh di seluruh Asia Barat, termasuk di wilayah pendudukan Israel, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Arab Saudi.
Baca Juga: Angkatan Laut IRGC Bombardir Tempat Persembunyian Perwira AS-Kapal Dagang Israel
“Sekarang efek domino tembakan telah dimulai dan tidak ada seorang pun selain Iran yang dapat menghentikannya. Haifa, Fujairah, Shuaiba, dll.,” kata Jenderal Mousavi.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi mereka terhadap Iran pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran. Namun, mereka gagal mencapai tujuan mereka dan kehilangan banyak pesawat dan drone.
Dalam upaya untuk menutupi kegagalan mereka, para agresor telah beralih menargetkan fasilitas sipil, infrastruktur, dan energi Iran.
Angkatan bersenjata Iran telah merespons dengan melancarkan operasi rudal dan drone harian yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.















