PravadaNews – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan kebut pembangunan infrastruktur energi terbarukan secara masif.
Target ambisius itu ditetapkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) dalam waktu dua tahun ke depan demi mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Presiden Prabowo menegaskan, dengan terwujudnya program elektrifikasi tersebut, Indonesia berpotensi tidak lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam waktu dekat.
“Dan dengan nanti 100 Gigawatt, kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar,” kata Prabowo di Magelang, Jawa Tengah, disiarkan virtual, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: RI 3 Tahun Lagi Tak Impor BBM
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia telah melewati fase kritis terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebelumnya terdampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Sebelumnya, konflik di kawasan Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran global setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia. Kondisi tersebut sempat mendorong kenaikan harga dan gangguan pasokan.
Namun saat ini, pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman. Bahlil menyebutkan stok BBM maupun LPG telah berada di atas batas minimal yang ditetapkan.
“Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari,” ucap Bahlil.
Meski kondisi pasokan telah stabil, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak guna menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
“Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG,” tambah Bahlil.















