PravadaNews – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan partainya membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh nasional yang ingin bergabung untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah.
Grace menegaskan PSI menempatkan diri sebagai partai terbuka yang tidak dimiliki kelompok tertentu.
“PSI terus menantikan dan dengan tangan terbuka menunggu bergabungnya tokoh-tokoh yang lain,” kata Grace, dikutip Senin (13/4/2026).
Baca juga : Grace: PSI Milik Bersama
Grace menyebut PSI sebagai “partai super terbuka” yang memberikan ruang partisipasi setara bagi seluruh anggota. Menurut Grace, model tersebut menjadi pembeda PSI dari partai yang berbasis kepemilikan keluarga atau kelompok kecil.
“PSI adalah partai super terbuka di mana semua orang diterima, semua orang adalah pemegang saham. Partai ini bukan partai keluarga, bukan partai sekelompok orang segelintir orang saja,” ujar Grace.
Grace juga mengapresiasi sejumlah tokoh nasional yang telah lebih dulu bergabung dan dinilai dapat memperkuat organisasi partai, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Grace mengatakan PSI saat ini tengah melengkapi struktur kepengurusan hingga tingkat desa sebagai persiapan menghadapi verifikasi partai politik pada 2027, yang menjadi syarat menuju Pemilu 2029.
Menurut Grace, PSI akan segera mengumumkan nama-nama tokoh baru yang bergabung dalam waktu dekat.
“Jadi nanti akan kami kabarkan lagi ke teman-teman media siapa saja yang akan bergabung,” tandas Grace.















