Ilustrasi pangan (foto dok:PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Plastik Picu Kenaikan Pangan RI

Harga Plastik Picu Kenaikan Pangan RI

PravadaNews – Kenaikan harga plastik mulai memberikan efek lanjutan pada komoditas pangan pokok. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa lonjakan biaya bahan kemasan ini berdampak langsung pada harga beras dan gula pasir di tingkat pelaku usaha.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya telah menyerap aspirasi dari pelaku usaha sektor beras dan gula. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa keterbatasan pasokan plastik menjadi faktor yang ikut mendorong penyesuaian harga.

“Teman-teman pelaku usaha menyampaikan kalau di beras itu Rp 350 per kilogram (kg). Kalau di gula sekitar Rp 150 per kilogram, artinya cukup berdampak dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya,” ungkap Ketut, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga : Harga Kedelai Naik Imbas Ketegangan TimTeng

Meski demikian, berdasarkan pemantauan Bapanas, pergerakan harga beras dan gula masih dalam batas wajar. Fluktuasi yang terjadi dalam sebulan terakhir dinilai tidak signifikan karena tidak mencapai kenaikan 5% hingga 10%.

Data per 16 April menunjukkan rata-rata harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenaikan pun relatif tipis di berbagai wilayah. Di Zona I, harga hanya naik dari Rp 12.964 per kilogram menjadi Rp 12.965 per kg atau sekitar 0,01%. Zona II mengalami kenaikan 0,27% dari Rp 13.585 per kg menjadi Rp 13.622 per kg. Sementara Zona III naik 0,65% dari Rp 15.056 per kg menjadi Rp 15.154 per kg.

Untuk komoditas gula, tren kenaikan terlihat secara nasional, meskipun tidak merata. Di wilayah selain Indonesia Timur, harga gula naik 2,06% dari Rp 18.240 per kg menjadi Rp 18.615 per kg. Sebaliknya, di Indonesia Timur justru terjadi penurunan sebesar 1,22%, dari Rp 20.412 per kg menjadi Rp 20.163 per kg.

Bapanas menilai kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi tekanan harga yang lebih besar. Koordinasi lintas kementerian pun disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan plastik, khususnya bagi sektor pangan.

“Kita harus diskusi mendalam karena kalau tidak, harga akan bisa agak sedikit terkoreksi. Kami juga merencanakan rapat besar, artinya dengan kementerian lembaga terkait, untuk mencarikan solusi, karena pengaruh Rp 350 memang terasa kecil, tapi berdampak karena per kilonya jadi naik,” ucap Ketut.

“Nah ini harus kita jaga benar posisi pasokan dan kami akan bekerja dengan teman-teman Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mencari dimana sumber pasokan yang lebih bagus,” pungkas Ketut.

Dengan kondisi ini, tantangan ke depan tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan rantai pasok pendukung seperti plastik tidak menjadi titik lemah dalam distribusi pangan nasional.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *