Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Fraksi Golkar)

Beranda / Ekonomi / Bahlil Kaget Stok Batu Bara PLN Habis di Bulan Enam

Bahlil Kaget Stok Batu Bara PLN Habis di Bulan Enam

PravadaNews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku terkejut mengetahui kondisi stok batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) yang disebut telah menipis pada pertengahan tahun.

Menurut Bahlil, kondisi tersebut tidak semestinya terjadi mengingat kebutuhan batu bara telah diperhitungkan sejak awal tahun. Kebutuhan batu bara tersebut dalam setahun 154 juta ton.

“Artinya, ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni. Dari kebutuhan 154 juta ton kurang 141 juta itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan enam. Jujur-jujur aja nih berarti kan ada sesuatu,” ujar Bahlil dikutip Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Bahlil Bantah Pemadaman Listik Akibat Batu Bara Langka

Untuk mengusut persoalan tersebut, Bahlil mengaku telah melakukan koordinasi lintas lembaga.

Orang nomor satu di Kementerian ESDM ini akan melibatkan Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), DPR RI, hingga Kementerian Sekretariat Negara guna membedah akar persoalan dalam pengelolaan pasokan batu bara di tubuh PLN.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila persoalan serupa terus berulang. Bahkan, Bahlil telah memberi peringatan kepada Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo agar segera membenahi manajemen pasokan batu bara.

“Saya sudah ngomong sama Pak Dirut PLN, saya jadi project manager kau kalau begini,” tegas Bahlil.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Bahlil menyebut persoalan bukan disebabkan oleh kekurangan total volume batu bara. Masalah utama justru terletak pada ketersediaan batu bara berkalori menengah di atas 5.000 yang dibutuhkan sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik.

Pemerintah kini terus mendalami penyebab terganggunya pasokan batu bara jenis tersebut agar kebutuhan energi nasional tetap terjaga dan tidak mengganggu operasional pembangkit listrik milik PLN.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, gangguan pasokan listrik dipicu kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh independent power producer (IPP) atau produsen listrik swasta mitra PLN.

“Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” ujar Darmawan.

Kemudian PLN mengonfirmasi pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan karena adanya gangguan teknis operasional bersamaan di dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) besar milik Independent Power Producer (IPP) swasta.

Gangguan teknis ini membuat kedua pembangkit besar tersebut terpaksa keluar dari sistem kelistrikan utama Pulau Jawa, sehingga kemampuan pasokan daya listrik menurun secara signifikan.

Setelah itu, Darmawan secara resmi telah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat terdampak dan menegaskan langkah manajemen beban ini hanya bersifat sementara demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *