PravadaNews – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pengembangan kawasan industri di daerah harus bertumpu pada optimalisasi sumber daya alam, penguatan sumber daya manusia, serta percepatan penguasaan teknologi.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Rachmat menyoroti potensi besar wilayah Sumatera yang dinilai memiliki kombinasi strategis antara kesuburan lahan, kekayaan mineral, dan kualitas SDM.
“Tanah paling subur itu, mineralnya yang banyak dan baik ada di situ. Orang-orang yang terpintar juga ada di situ,” kata Rachmat dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Rabu (22/4/2026).
Baca juga : Anggaran IT Gizi Rp12 Triliun Picu Sorotan Publik
Rachmat mempertanyakan belum optimalnya pemanfaatan potensi tersebut untuk pembangunan ekonomi nasional.
Rachmat menilai penguasaan teknologi menjadi faktor penentu dalam mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah ekonomi. Tanpa teknologi, kata dia, potensi SDA yang besar tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan industri.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan pemerintah daerah telah menyiapkan pengembangan kawasan industri berbasis SDA yang terintegrasi dengan rencana kota baru berbasis industri.
Mahyeldi menyebut kawasan tersebut akan didukung oleh infrastruktur pelabuhan serta pengembangan sektor energi, termasuk rencana kerja sama dengan PT Bukit Asam.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan investor untuk pengembangan fasilitas kilang dan petrokimia.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Mahyeldi.















