PravadaNews – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yeni Rahman, angkat bicara mengenai pembangunan Stadion Barombong yang lebih dari satu dekade telah mangkrak dan hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Yeni itu menilai salah satu indikator atas mangkrak nya stadion tersebut diduga lantaran berjalan tanpa ada perencanaan yang matang sehingga berujung ketidakpastian penyelesaian.
Yeni mengatakan pihaknya akan segera meminta klarifikasi dari berbagai pihak yang telah terlibat dalam proses pembangunan lahan stadion Barombong tersebut guna memetakan solusi dari masalah yang muncul.
“Kami akan kejar terus sampai seperti apa sih ceritanya. Saya sudah hampir dua tahun mengikuti ini, tapi sampai sekarang tidak ada titik terangnya. Kasihan stadion Barombong itu,” kata Yeni kepada PravadaNews, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Hibah Serampangan Tanah Stadion Barombong
Yeni melihat lemahnya tata kelola perencanaan pembangunan telah menjadi salah satu poin yang turut menyumbang masalah sengkarut pembangunan stadion sepak bola Barombong.
Padahal, menurut Yeni, jika sejak awal perencanaan proyek tersebut tertata dengan baik maka Stadion sepak bola Barombong bisa jadi salah satu fasilitas olahraga yang sangat representatif dan ikonik di Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, Yeni mendukung langkah upaya pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang muncul sehingga pembangunan stadion Barombong bisa segera diselesaikan.
“Jadi dengan, kondisi yang saat ini belum terselesaikannya lapangan Berombong, tetapi pada akhirnya, tidak seperti yang kita harapkan, berarti perencanaannya itu kurang matang,” ujar Yeni.
Yeni mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah bagian bangunan stadion yang belum tuntas. Ia menyayangkan kondisi tersebut, mengingat proyek sudah berjalan setengah jalan namun tidak dapat dimanfaatkan.
“Masih ada beberapa bangunan yang belum selesai. Sangat disayangkan, karena sudah setengah jalan tapi tidak terpakai,” kata Yeni.
Yeni juga mengkhawatirkan jika proyek tersebut terus terbengkalai, stadion yang telah menelan biaya ratusan miliar itu justru akan menjadi bangunan tua yang tidak terurus bahkan menjadi tidak bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan sampai nanti jadi ‘candi’ istilah anak muda sekarang. Padahal seharusnya bisa dimanfaatkan,” ucapnya.
Yeni menambahkan DPRD Sulsel akan terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan kejelasan terkait kelanjutan pembangunan Stadion Barombong, termasuk mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan proyek agar tidak terulang di masa mendatang.
“Kayak sayang-sayang anggaran yang sudah besar-besar kemarin digunakan tidak ditindaklanjuti. Kalaupun ada masalahnya, harus cepat kita cari. Bagaimana jalan keluarnya. Itu poin kemarin juga menjadi rekomendasi kami dari komisi,” tutup Yeni.















