Ilustrasi Orang Terkena Serangan Jantung (Foto: dok PravadaNews)

Beranda / Kesehatan / Bradikardia Kerap Tak Terdeteksi

Bradikardia Kerap Tak Terdeteksi

PravadaNews – Detak jantung yang secara konsisten berada di bawah normal atau dikenal sebagai bradikardia dinilai berpotensi berbahaya karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi ini dapat mengganggu suplai oksigen ke organ vital jika tidak ditangani secara tepat.

Direktur Utama sekaligus Kepala Departemen Kardiologi dan Elektrofisiologi Rumah Sakit Fortis Delhi, Nityanand Tripathi, menjelaskan bradikardia didefinisikan sebagai detak jantung kurang dari 60 denyut per menit.

“Bradikardia seringkali tidak terdeteksi karena gejalanya samar, terjadi secara berkala, atau salah dikaitkan dengan stres, kelelahan, atau proses penuaan alami,” kata Tripathi, seperti dilaporkan Hindustan Times dikutip Jumat (10/4/2026).

Baca juga : Kenali Gejala Kolesterol Tinggi

Menurut Tripa,thi irama jantung dikendalikan oleh nodus sinoatrial yang berfungsi sebagai sistem kelistrikan alami tubuh. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah kaya oksigen secara optimal ke seluruh tubuh.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi otak, stamina fisik, hingga kesejahteraan secara keseluruhan. Gejala yang muncul pun bervariasi, mulai dari kelelahan, pusing, hingga tanda yang lebih serius seperti sesak napas, nyeri dada, dan pingsan.

Tripathi menyoroti kelompok lanjut usia sebagai populasi yang paling rentan. Ia menyebut individu berusia di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi akibat penurunan fungsi sistem kelistrikan jantung seiring bertambahnya usia.

“Kondisi kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit arteri koroner dapat semakin meningkatkan kerentanan,” ujar Tripathi.

Tripathi menambahkan, kesalahan dalam mengartikan gejala sebagai bagian dari proses penuaan kerap menyebabkan keterlambatan diagnosis.

Untuk itu, pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG) dan pemantauan menggunakan alat Holter diperlukan guna mendeteksi gangguan irama jantung, terutama yang muncul secara berkala.

Penanganan bradikardia, kata Tripathi, bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Terapi dapat berupa penyesuaian obat hingga pemasangan alat pacu jantung pada kasus yang menetap dan bergejala.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *