PravadaNews – Perum Bulog mulai menggelontorkan beras premium ke sejumlah daerah. Penyaluran tersebut dilakukan untuk mengejar target 400.000 ton beras premium hingga akhir Desember 2026, tentu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, target penyaluran beras premium yang diberikan kepada Bulog mencapai 400.000 ton hingga penghujung tahun.
“Perintahnya sampai akhir Desember 400.000 ton,” ujar Ahmad Rizal saat dikonfirmasi yang dikutip Sabtu (26/9/2026).
Menurut Ahmad Rizal, sebagian beras premium tersebut sudah mulai disalurkan ke sejumlah wilayah. Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi dua daerah yang dipastikan telah menerima penyaluran.
Meski penyaluran telah berjalan, pihak Bulog masih berupaya mengejar ketersediaan beras premium untuk memenuhi target 400.000 ton tersebut.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah harga gabah yang saat ini relatif tinggi. Untuk mengamankan pasokan, Bulog akan memberdayakan seluruh rekanannya yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini lagi dikejar semaksimal mungkin. Makanya kami berdayakan semua rekanan Bulog yang ada di daerah. Nah sekarang kan yang jadi masalah harga gabahnya yang agak tinggi,” kata Ahmad rizal.
Adapun data mengenai volume beras premium yang sejauh ini telah disalurkan belum disampaikan secara terperinci. Bulog akan menyampaikan data penyaluran tersebut lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Bulog untuk menambahkan stok beras premium hingga 300.000 ton. Sebelumnya, Bulog telah menyalurkan beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton.
Tambahan pasokan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan beras premium di ritel modern.
“Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia,” kata Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Amran menyebut penambahan pasokan beras dapat dilakukan dalam jumlah besar. Menurut Amran, Kepala Bapanas bahkan telah memerintahkan Bulog menyediakan 300.000 ton bila diperlukan.
“Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga,” kata Amran.















