PravadaNews – Campak pada anak kerap dianggap sebagai penyakit ringan karena gejalanya yang mirip infeksi biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan ruam kemerahan di kulit. Namun di balik gejala tersebut, tersimpan risiko yang tidak boleh disepelekan.
Sebagai infeksi virus yang sangat mudah menular dan terutama pada anak yang belum mendapat imunisasi lengkap dan campak dapat berkembang menjadi kondisi serius dan menimbulkan komplikasi berbahaya, khususnya pada anak dengan daya tahan tubuh lemah.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak berisiko menyebabkan berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya dapat menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu! Ini Manfaat Ikuti Kelas Tumbuh Kembang Anak
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahaya campak pada anak serta melakukan langkah pencegahan yang tepat.
Mengenal Bahaya Campak pada Anak
Anak-anak, khususnya yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi akibat campak.
Virus campak menyebar sangat mudah melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Di lingkungan yang padat dan dengan sanitasi kurang baik, penularan juga dapat terjadi lebih cepat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka lebih mudah mengalami infeksi yang lebih berat.
Jadi, bahaya campak pada anak bukan hanya terbatas pada keluhan ringan. Berikut ini adalah beberapa komplikasi serius yang perlu diwaspadai:
- Infeksi telinga (otitis media)
Infeksi telinga tengah atau otitis media merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi pada anak dengan campak. Saat terinfeksi virus campak, daya tahan tubuh anak dapat menurun, sehingga kuman lain lebih mudah menyerang telinga tengah.
Anak yang mengalami otitis media biasanya mengeluhkan nyeri telinga, demam, rewel, atau terkadang keluar cairan dari telinga. Bila tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara.
Pada kasus yang lebih berat atau berulang, gangguan pendengaran bisa berlangsung lebih lama dan berisiko memengaruhi perkembangan bicara serta bahasa anak.
- Pneumonia
Campak dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia), baik akibat infeksi langsung oleh virus campak maupun karena infeksi bakteri yang muncul setelah daya tahan tubuh anak melemah. Pneumonia termasuk salah satu komplikasi campak yang paling sering terjadi dan perlu diwaspadai.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa napas cepat atau sesak, batuk yang semakin parah, demam tinggi, serta anak tampak sangat lemas.
Pada kasus yang berat, pneumonia dapat menyebabkan kekurangan oksigen dan membahayakan keselamatan anak. Oleh karena itu, anak dengan tanda-tanda pneumonia perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis agar tidak terjadi komplikasi yang lebih serius.
- Diare berat
Diare berat merupakan salah satu bahaya campak pada anak yang cukup sering terjadi. Saat daya tahan tubuh menurun, saluran pencernaan anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi sehingga memicu diare.
Pada sebagian kasus, diare dapat berlangsung beberapa hari dan berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama jika disertai muntah atau anak sulit minum. Dehidrasi yang tidak segera ditangani bisa membahayakan kondisi anak.
Oleh karena itu, orang tua perlu waspada bila anak buang air besar cair lebih sering dari biasanya, tampak sangat haus, bibir dan mulut kering, atau terlihat lebih lemas. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
- Radang otak (ensefalitis)
Radang otak atau ensefalitis merupakan komplikasi campak yang jarang terjadi, tetapi bersifat serius. Pada kondisi ini, virus campak menyerang sistem saraf pusat dan menimbulkan peradangan pada jaringan otak. Ensefalitis umumnya muncul sekitar 1–2 minggu setelah gejala utama campak mulai terlihat.
Gejalanya dapat berupa sakit kepala berat, kejang, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga koma. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera dan biasanya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Pada beberapa kasus, ensefalitis dapat meninggalkan dampak jangka panjang, seperti gangguan belajar, gangguan gerak, atau masalah neurologis lainnya. Oleh karena itu, kewaspadaan dan penanganan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko komplikasi lebih lanjut.
- Kebutaan
Campak juga dapat menimbulkan komplikasi pada mata, terutama berupa peradangan pada kornea (keratitis). Kondisi ini dapat menyebabkan mata merah, nyeri, terasa silau, dan berair.
Jika peradangan berlangsung berat atau tidak tertangani dengan baik, kornea dapat mengalami luka (ulkus kornea) yang berisiko meninggalkan bekas luka permanen. Dalam kasus tertentu, kerusakan tersebut dapat mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kebutaan.
Bahaya campak pada anak ini lebih umum terjadi pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A. Oleh karena itu, pemberian suplemen vitamin A sering dianjurkan pada anak dengan campak untuk membantu menjaga kesehatan mata dan menurunkan risiko gangguan penglihatan.















