PravadaNews – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, DEN memberikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto berdasarkan perkembangan ekonomi dunia dan berbagai persoalan yang telah diidentifikasi.
“Ada beberapa rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden mengikuti perkembangan dunia saat ini yang dampaknya tentu suka-tidak suka pada ekonomi Indonesia juga banyak,” ujar Luhut dikutip, Rabu (21/10/2026).
Menurut Luhut, DEN tidak hanya menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, tetapi turut memberikan sejumlah alternatif solusi.
Pembahasan dilakukan bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sehingga data-data yang disampaikan dapat dikonfirmasi secara langsung.
“Tadi satu per satu kami jelaskan karena ada Menteri Keuangan, ada Gubernur BI, ada Menko Perekonomian, jadi tadi sekaligus juga kita merekonfirmasi data-data yang ada,” ungkap Luhut.
Luhut mengatakan, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap berbagai data ekonomi yang dipaparkan.
Sejumlah risiko ke depan, termasuk potensi dampak El Niño dan La Niña, turut menjadi bagian dari pembahasan beserta langkah antisipasinya.
“Saya senang sekali Bapak Presiden tadi sangat memberikan perhatian dengan data-data ekonomi yang kami berikan. Memang berbagai masalah timbul, dan mungkin timbul, misalnya menyangkut El Nino, La Nina ke depan ini. Namun, semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable juga,” lanjut Luhut.
Menurut Luhut, penggunaan data dan kajian menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan pemerintah.
DEN juga melaporkan sejumlah isu strategis, antara lain perkembangan perlindungan sosial, ketahanan pangan, hilirisasi, harga dan ketersediaan bahan bakar, hingga perkembangan pasar modal.
“Jadi dengan data-data yang lengkap ini proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi,” ucap Luhut.
Dalam pertemuan tersebut, DEN juga menyampaikan rencana untuk lebih intensif memberikan pembaruan data kepada Presiden, terutama di tengah perkembangan ekonomi global yang bergerak dinamis.
“Kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing kepada Presiden sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang Presiden ter-upgrade dengan data-data yang update betul,” tandas Luhut.
Di kesempatan yang sama, DEN juga menyampaikan soal ancaman cuaca ekstrem membayangi Indonesia hingga 2027, mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, banjir, hingga gangguan ketahanan pangan.
Isu ini menjadi salah satu perhatian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) saat menyampaikan rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Tak hanya itu, termasuk mengantisipasi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga kuartal I 2027 dan potensi La Nina pada pertengahan tahun depan.
“Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ujar Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu.
Selain kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, DEN juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.
Pemerintah didorong memastikan kecukupan stok cadangan pangan, khususnya beras, sekaligus memperkuat distribusi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.
“Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras,” kata Marie.
DEN juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan langkah intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga pangan.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat fenomena El Nino kerap diikuti kenaikan harga komoditas pangan akibat terganggunya produksi pertanian.
“Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi,” tegas Marie.














