PravadaNews – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina meminta pemerintah memperkuat fasilitas medis, layanan pendampingan, serta pengawasan terhadap jemaah Indonesia menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya jumlah jemaah haji yang wafat di Tanah Suci serta bertambahnya jemaah yang membutuhkan perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Menurut Selly, pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif secara maksimal agar kondisi kesehatan para jemaah dapat terus terpantau, terutama bagi kelompok lanjut usia dan jemaah dengan penyakit bawaan.
Baca juga: Satu Jemaah Kembali Wafat pada Haji 2026
Selly menilai fase menjelang puncak haji merupakan periode paling krusial karena aktivitas ibadah yang padat, cuaca ekstrem, serta tingkat kelelahan yang tinggi dapat memicu gangguan kesehatan serius.
“Saya pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Haji dan Umrah yang sudah menyelenggarakan pelaksanaan haji. Tetapi berdasarkan evaluasi kami, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian serius,” ujar Selly sebelum memasuki Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, Juru Bicara Kemenhaj RI, Suci Annisa menyampaikan, tercatat sebanyak 12.725 jemaah telah menjalani rawat jalan, mencerminkan kebutuhan layanan kesehatan dasar yang cukup signifikan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat.
Selain itu, sebanyak 144 jemaah harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara 232 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi karena memerlukan perawatan intensif dengan fasilitas medis yang lebih lengkap.
Adapun hingga kini, masih terdapat 70 jemaah yang menjalani perawatan, baik di KKHI maupun di rumah sakit setempat.
Data ini menunjukkan aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian krusial dalam operasional haji, terutama dalam memastikan setiap jemaah tetap mendapatkan layanan medis yang cepat, tepat, dan optimal selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Pada 5 Mei 2026, satu jemaah atas nama Aen Soleh Salimar, kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor, wafat. Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 10 orang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi,” kata Suci.















