Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto. (Foto: emedia.dpr.go.id)

Beranda / Politik / DPR Minta Pemerintah Tidak Bergantung Suplai Minyak Timteng

DPR Minta Pemerintah Tidak Bergantung Suplai Minyak Timteng

PravadaNews – Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto bicara dampak meletusnya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran di Timur Tengah (Timteng) yang berpotensi mengganggu cadangan energi dan minyak di Indonesia.

Hal itu tidak terlepas dari masih cukup tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dari kawasan Timteng yang diperkirakan mencapai 30 persen.

Di sisi lain, keputusan Iran yang menutup Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia dan dapat berimbas terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut tersibuk di kawasan Timteng yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG global.

Baca juga: DPR Respon Permohonan Gugatan Penghapusan Kuota Internet di MK

“Sehingga perlu segera dicari alternatif pemasok dari wilayah lain,” kata Firnando, pada Rabu (4/3/2026).

Firnando mengingatkan, bahwa 20-25 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia berasal dari impor kawasan Timteng yang melalui jalur perairan Selat Hormuz.

Menurut Firnando, ketergantungan terhadap impor tersebut membuat Indonesia cukup rentan terhadap gangguan jalur distribusi maupun fluktuasi harga global yang dapat berdampak langsung terhadap APBN.

Oleh karena itu, Firnando mendesak Pertamina agar dapat memetakan strategi pengamanan pasokan soal kebutuhan energi dan minyak demi mencegah risiko terburuk imbas penutupan Selat Hormuz tersebut.

“Pertamina untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan sekaligus memperluas jaringan perdagangan energi yang lebih beragam guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan,” beber Firnando.

Firnando menambahkan, langkah strategis harus diambil pemerintah untuk mencegah risiko imbas konflik AS-Israel dengan.

“Diversifikasi impor hanyalah solusi taktis, sementara kemandirian dan ketahanan energi nasional adalah strategi jangka panjang yang akan menentukan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” tandas Firnando.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *