Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Telisa Aulia Falianty. (Foto: Dok. Humas UI)

Beranda / Ekonomi / Ekonom: BBM Punya Dampak Besar ke Ekonomi

Ekonom: BBM Punya Dampak Besar ke Ekonomi

PravadaNews – Ketika kebijakan energi berubah, dampaknya tidak hanya pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sehari-hari. Perubahan tersebut dapat memengaruhi biaya produksi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

BBM menjadi salah satu komponen penting dalam berbagai kegiatan ekonomi karena digunakan dalam transportasi dan distribusi barang. Kondisi ini membuat kebijakan BBM memiliki pengaruh yang luas terhadap perekonomian.

Karena itu, subsidi BBM masih menjadi perhatian pemerintah ketika tekanan harga energi global dan perubahan pola konsumsi masyarakat ikut memengaruhi kebutuhan anggaran negara.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi subsidi dan kompensasi energi pada semester I 2026 mencapai Rp233 triliun atau meningkat 44,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut dipengaruhi fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume penyaluran BBM, liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram, dan listrik bersubsidi.

Peningkatan subsidi energi menunjukkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga ketika pemerintah menghadapi tekanan harga energi global.

Dalam kajian Kemenkeu, kenaikan harga BBM sebesar Rp1.000 per liter dapat meningkatkan inflasi sekitar 1,1%. Dampak ini menunjukkan perubahan kebijakan BBM dapat berpengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan, BBM memiliki keterkaitan luas karena digunakan dalam berbagai aktivitas masyarakat.

“BBM itu adalah the last thing yang masih belum dipilah-pilah, siapa yang berhak dan tidak ada itu yang memang harus hati-hati,” ujar Telisa dalam penjelasannya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Telisa, energi tidak dapat dilihat hanya dari sisi anggaran karena perubahan kebijakan BBM memiliki dampak terhadap sistem ekonomi secara keseluruhan.

“Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM dapat menyebabkan tekanan inflasi karena dampaknya menyebar ke berbagai sektor ekonomi lainnya,” tegas Ekonom tersebut.

Dampak ini, lanjutnya, membuat kebijakan BBM perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Sebab, perubahan energi dapat memengaruhi biaya transportasi, produksi, hingga konsumsi rumah tangga.

Karena itu, pengelolaan subsidi BBM tidak hanya berkaitan dengan anggaran negara. Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi ketika terjadi tekanan harga energi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *