Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Dok.@pinterest)

Beranda / Ekonomi / Industri TPT Tumbuh Hingga 3,55%

Industri TPT Tumbuh Hingga 3,55%

PravadaNews – Sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Di tengah gejolak situasi global, kinerja sektor ini justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen secara tahunan (year-on-year).

Nilai ekspor berhasil mencapai 12,08 miliar dolar AS dengan surplus dagang sebesar 3,45 miliar dolar AS, yang utamanya disumbang oleh ekspor pakaian jadi.

Tak hanya soal devisa, sektor ini juga terbukti sangat handal menyerap tenaga kerja hingga 3,96 juta orang atau setara 19,48 persen dari total tenaga kerja industri pengolahan. Dari sisi investasi, berhasil menghimpun dana sebesar Rp20,23 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai capaian ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat terjaga.

“Dari kinerja tersebut, industri TPT juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor untuk membawa investasinya ke Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini,” ujar Agus, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Harga Emas Galeri24-UBS Naik

Meski angka pertumbuhan menggembirakan, Agus mengakui industri ini masih harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan baku global, gangguan rantai pasok, hingga perubahan permintaan pasar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci utama.

“Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang,” ujar Agus.

Salah satu langkah strategis yang digelorakan adalah melalui penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026. Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tapi wadah bisnis yang sangat strategis untuk mempertemukan investor dan pembeli dunia.

“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi yang dalam pandangan pemerintah merupakan hal positif. Lebih dari itu, pameran ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun global, sebagai platform yang menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor sunrise,” tambah Agus.

Menperin menekankan agar pelaku industri tetap menjaga semangat. Ia meyakini situasi sulit saat ini bersifat sementara dan mereka yang tangguh akan lebih cepat bangkit nantinya.

“Kami meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal,” kata Agus.

Kabar baik lainnya datang dari sektor manufaktur secara keseluruhan yang kini menunjukkan ketahanan luar biasa. Sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 5,30 persen, yang untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor ini kini menyumbang 19,07 persen terhadap PDB dan mendominasi 84,89 persen total ekspor nasional, serta menyerap 20,31 juta tenaga kerja. Hal ini juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang berada di level 51,86 atau masih dalam fase ekspansi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *