PravadaNews – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat dan rezim Israel agar tidak mencoba-coba melakukan agresi militer terhadap Iran.
Araghchi mengatakan, konfrontasi di masa lalu telah gagal mencapai tujuannya dan upaya di masa depan akan menghasilkan hasil yang sama.
Diplomat senior tersebut menyampaikan pernyataan itu di sela-sela pertemuan dua hari para menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS di New Delhi pada hari Kamis sebagai reaksi terhadap ancaman yang dikeluarkan oleh berbagai pejabat Amerika dan Israel.
Baca Juga:
“Kami sudah terbiasa dengan ancaman-ancaman ini,” kata Araghchi, melansir dari Press TV, dikutip Jumat (15/5/2026).
“Mereka telah lama mengulangi ancaman mereka dalam berbagai bentuk dan cara. Tetapi mereka sendiri juga tahu bahwa mereka tidak mencapai apa pun, dan tidak akan mencapai apa pun, melalui ancaman-ancaman ini atau bahkan melalui perang yang mereka lancarkan,” tambah Araghchi.
Tekanan Militer Tidak Menyelesaikan Masalah
Pejabat itu mengatakan, seperti yang telah ia ulangi dalam pidatonya di KTT BRICS, tekanan militer tidak akan menyelesaikan perselisihan yang melibatkan Iran.
“Hari ini, dalam pidato saya di BRICS, saya sekali lagi menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah yang menyangkut Iran,” kata Araghchi.
“Iran berdiri teguh menghadapi ancaman dan tidak akan tunduk. Mereka telah melihat dan mengalaminya sendiri; mereka melancarkan perang 40 hari melawan kita dan melihat hasilnya. Iran menolak tekanan,” tutup Araghchi.














