PravadaNews– Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran Alireza Tangsiri menyatakan Selat Hormuz tidak ditutup secara militer kendati ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat. Menurut Tangsiri, jalur pelayaran strategis itu hanya berada di bawah kendali Iran.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, Tangsiri membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut angkatan laut Iran telah dihancurkan atau bahwa Washington mampu menyediakan pengawalan aman bagi kapal tanker minyak di kawasan tersebut.
“Selat Hormuz tidak ditutup secara militer, melainkan hanya berada di bawah kendali,” kata Tangsiri dalam pernyataan tersebut dikutip Senin (16/3/2026).
Baca juga : IRGC Luncurkan Rudal Hipersonik-Drone Targetkan AS-Israel
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Araghchi menegaskan selat tersebut tetap terbuka bagi pelayaran internasional.
Namun, Araghchi menambahkan bahwa pembatasan berlaku bagi kapal-kapal yang terkait dengan negara yang dianggap memusuhi Iran.
“Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya tertutup bagi kapal tanker dan kapal milik musuh kami, bagi mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas,” ujar Araghchi.















